Aboy Kurir Ganja ke Priok Pasrah Minta Ditangkap Saat Polisi Naik Bus

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian dari Bareskrim Polri menggagalkan upaya pengiriman paket 20 kilogram ganja dari Sumatra ke Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Proses penggagalan upaya penyelundupan ganja itu terjadi pada Sabtu (25/7) pukul 14.56 WIB. lampau di Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan kurir ganja itu pasrah saat polisi naik ke bus, hingga akhirnya mengaku dan minta ditangkap. Kurir itu adlah pria dengan inisial GA namalain Aboy (28).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aboy ditangkap di dalam bus oleh personil Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berbareng tim gabungan. Aboy diduga berkedudukan sebagai penyedia sekaligus kurir peralatan haram tersebut.

Eko menjelaskan saat petugas kepolisian naik ke bus untuk melakukan penggeledahan, Aboy nan duduk di bangku paling belakang diduga ketakutan dan langsung menghampiri abdi negara menyerahkan diri.

"Pak, tangkap saya saja," kata Eko dalam keterangannya, awal pekan ini. Dia menirukan ucapan Aboy  saat menyerahkan diri kepada petugas.

Aboy kemudian menunjukkan letak koper hitam miliknya di bagasi bus. Koper itu berisi 20 paket ganja kering siap edar.

Tersangka Aboy mengaku membawa ganja tersebut untuk disimpan dan diedarkan di Kampung Bahari nan berlokasi di utara Jakarta.

"Kemudian tim campuran melakukan pengamanan terhadap pemilik koper berwarna hitam nan diduga berisikan narkotika jenis ganja nan rencananya bakal dibawa ke Bahari untuk disimpan dalam rumah kontrakan dan bakal diedarakan di wilayah tersebut," ungkap Eko.

Aboy ditangkap pada Sabtu (25/7) pukul 14.56 WIB. Penangkapan ini dilakukan dalam pemeriksaan rutin terhadap kendaraan nan melintasi pintu masuk pelabuhan.

Ganja Sistem 'Pay Later'

Dari pemeriksaan Dittipidnarkoba Bareskrim Polri mengungkap modus pembayaran 'pay later' dalam peredaran gelap ganja Sumatra Utara-Jakarta tersebut.

Aboy mendapatkan pasokan ganja tersebut tanpa modal awal, melainkan menggunakan sistem cicil setelah peralatan laku terjual.

Eko mengatakan Aboy mengaku sudah beberapa kali menggunakan skema transaksi tersebut dengan seorang pemasok di Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

"Aboy sudah melakukan transaksi narkotika jenis ganja di Panyabungan sebanyak dua kali nan masing-masing sebanyak 20 kg dengan sistem bawa dulu dan setelah laku baru bayar ke Saudara Ikhsan dengan nilai Rp 5 juta per kilo," tutur Eko.

Aboy mengaku peralatan tersebut didapat dari seseorang berjulukan Ikhsan namalain RD di Panyabungan, Sumut. Dia sudah 3 kali terlibat peredaran narkoba dengan Ikhsan.

Sebelum tiba di Bakauheni, Aboy sempat dijemput oleh laki-laki berjulukan Rio di Panyabungan dan dibawa ke sebuah gubuk untuk beristirahat sembari menunggu paket disiapkan.

"Ikhsan namalain RD bersama-sama kerabat Rio memasukkan 20 balut ganja kering ke dalam sebuah koper warna hitam nan telah disiapkan oleh Ikhsan. Sementara Aboy hanya menyaksikannya saja," ucap Eko.

Selain menjemput Aboy, Rio juga merupakan pemilik ladang ganja. Sementara Ikhsan namalain RD berkedudukan sebagai pemilik ladang ganja sekaligus pengendali.

Keduanya telah ditetapkan masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO) dan sedang diburu polisi. Selain 20 kg ganja, polisi menyita satu unit handphone (HP) merek Redmi sebagai peralatan bukti.

Ganja 20 kg tersebut diperkirakan berbobot Rp80.360.000.

Baca buletin lengkapnya di sini.

(tim/kid)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional