9 WNI Relawan Flotilla Segera Pulang ke Tanah Air

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Jakarta -

Sebanyak 9 WNI relawan Global Sumud Flotilla nan sempat ditangkap Israel telah tiba di Istanbul, Turki untuk segera pulang ke Tanah Air. Mereka dalam kondisi sehat meski mendapat perlakuan tak manusiawi saat ditangkap Israel selama 3 hingga 4 hari.

Dirangkum detikcom, Jumat (22/5/2026), pasukan Israel mulai mencegat sejumlah armada kapal support kemanusiaan Global Sumud Flotilla pada Senin (18/5) lalu. Sejumlah armada GSF dicegat secara bertahap, menyebabkan sejumlah relawan GSF ditangkap Israel termasuk 9 WNI.

Kini, seluruh relawan Global Sumud Flotilla termasuk sembilan WNI telah bebas pada Kamis (21/5) waktu setempat. Mereka telah tiba di Turki menggunakan pesawat nan disewa otoritas setempat.

Sejumlah WNI nan ditangkap Israel melaporkan mendapat perlakuan tak manusiawi. Bahkan beberapa diantaranya mengabarkan mendapat kekerasan bentuk seperti dipukul alias disetrum. Berikut fakta-fakta mengenai 9 WNI bebas.

1. 9 WNI Relawan Sumud Flotilla Bebas

Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengungkap seluruh delegasi Global Sumud Flotilla (GSF), termasuk WNI, telah bebas. Seluruh relawan dalam tahap deportasi dan segera dipulangkan.

"Seluruh delegasi Global Sumud Flotilla (GSF) dan Freedom Flotilla Coalition (FFC) nan sebelumnya ditahan di Penjara Ktziot telah dibebaskan dari akomodasi penahanan Israel," kata Koordinator Media GPCI Harfin Naqsyabandy kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).

2. Menlu Bersyukur 9 WNI Bebas

Menlu Sugiono sebelumnya berterima kasih atas dibebaskannya 9 WNI nan ditangkap tentara Israel dalam delegasi Global Sumud Flotilla. Para WNI menuju Istanbul, Turki, untuk dipulangkan ke Indonesia.

"Pemerintah Indonesia dengan penuh rasa syukur menyampaikan bahwa 9 penduduk negara Indonesia nan ditangkap oleh militer Israel dalam pencegatan kapal dan penangkapan relawan nan tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki dan bakal segera melanjutkan perjalanan kembali ke Tanah Air. Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi nan sebesar-besarnya kepada Pemerintah Turki atas peran aktif dan support penuh dalam memfasilitasi proses pemulangan ini," kata Sugiono dalam keterangannya, Kamis (21/5).

3. 9 WNI Tiba di Turki, Video Call dengan Menlu

Sembilan penduduk negara Indonesia (WNI) nan tergabung dalam relawan Global Sumud Flotilla (GSF) sudah tiba di Istanbul, Turki. Mereka telah berbareng Konsulat Jendera (Konjen) RI di Istanbul.

"Konjen RI di Istanbul saat ini telah berbareng dengan 9 relawan WNI nan tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0. Saya juga senang dapat berkomunikasi langsung dengan teman-teman para relawan melalui video call," ujar Menteri Luar Negeri RI Sugiono lewat akun IG @menluri seperti dilihat, Jumat (22/5/2026).

Sugiono memastikan pemerintah bakal mengawal kepulangan 9 WNI ke Tanah Air. "Pemerintah Indonesia bakal terus memastikan proses pemulangan seluruh WNI ke tanah air melangkah dengan lancar dan dapat tiba kembali dengan selamat & sesegera mungkin," tambahnya.

4. 9 WNI Sempat Dipukul-Disetrum

Konsulat Jenderal RI (KJRI) Istanbul mengabarkan kondisi terkini 9 WNI tersebut. Sembilan WNI tersebut saat ini dalam kondisi sehat meski sempat menerima kekerasan fisik.

"Alhamdulillah hari ini bersama-sama sembilan saudara-saudari kita nan berasosiasi dalam misi GSF (Global Sumud Flotilla), telah berbareng kami dalam kondisi sehat walafiat," ujar Kepala Perwakilan Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono, dalam video nan diunggah oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam akun Instagramnya seperti dilihat, Jumat (22/5/2026).

Darianto mengabarkan para WNI mengalami kekerasan bentuk saat ditahan Israel. Bahkan ada nan disetrum.

"Walaupun mereka selama tiga-empat hari mengalami kekerasan fisik; ada nan ditendang, dipukul, ataupun disetrum," jelas Darianto.


5. Menlu Kecam Aksi Tak Manusiawi Israel

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan sikap pemerintah Indonesia nan mengecam tindakan tidak manusiawi Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla (GSF). Sugiono menilai tindakan Israel sebagai pelanggaran serius dalam norma internasional.

"Pemerintah Indonesia sekali lagi menegaskan kecamannya atas perlakuan tidak manusiawi nan diterima para relawan selama masa penahanan. Tindakan nan merendahkan martabat penduduk sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap norma humaniter internasional nan tidak dapat ditoleransi," kata Sugiono dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).

Pemerintah terus mengawal proses pemulangan sembilan WNI nan ditangkap Israel nan tergabung dalam Global Sumud Flotilla hingga sampai ke Tanah Air. Sugiono mengapresiasi peran aktif Turki dalam proses pemulang seluruh WNI dan berterima kasih atas pengarahan Presiden Prabowo Subianto.

6. GPCI Apresiasi Pemerintah

Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Harfin Naqsyabandy, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan DPR atas support pemulangan 9 WNI relawan Global Sumud Flotilla (GSF) nan ditangkap Israel. Harfin mengatakan banyak peran dari beragam pihak dalam pembebasan para WNI termasuk pemerintah dan DPR.

"Banyak pihak nan mengupayakan pembebasan ini, dari Global Sumud Flotilla juga bekerja, dari pemerintah Republik Indonesia dalam perihal ini Kementerian Luar Negeri juga sama, mereka juga luar biasa support lobi-lobi, support untuk berkomunikasi khususnya dengan Turki," kata Harfin kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).

"Termasuk DPR RI lho, DPR itu juga bantu lantaran sempet kemarin itu Dewan Pengarah GPCI itu mendatangi DPR dan rupanya itu di-follow up sama DPR, DPR Komisi I ya itu betul-betul di-follow up," lanjutnya.

(yld/whn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News