9 Update Arab: Israel-Lebanon Gencatan Senjata, AS-Iran Close to Deal

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia- Sejumlah perkembangan terbaru sekarang datang dari Timur Tengah. Konflik nan melanda wilayah Teluk kemungkinan bakal mereda sementara waktu.

Israel menyepakati gencatan senjata di Lebanon 10 hari. Sementara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut perdamaian Amerika dengan Iran bakal tercapa sejenak lagi.

Berikut rincian perkembangannya dikutip Kamis hingga Jumat (17/4/2026) pagi:

1.Gencatan Senjata Israel-Lebanon

Gencatan senjata 10 hari disepakati antara negara Israel dan Lebanon. Kesepakatan tenteram sementara ini mulai bertindak pada Kamis tengah malam waktu setempat.

Perdamaian di Lebanon menjadi syarat perdamaian Iran dalam perangnya dengan AS. Lebanon sendiri sudah menjadi tempat peperangan Israel dan golongan Hizbullah, pro Iran, sejak AS dan Israel memulai serangan ke Iran 28 Februari nan menewaskan Ayatollah Ali Khamenei.

Meski demikian Hizbollah belum secara resmi mengatakan apakah bakal mengakui gencatan senjata tersebut. Tetapi salah satu personil parlemennya mengatakan kepada AFP pada hari Kamis bahwa golongan tersebut bakal menghormatinya jika serangan Israel terhadap militannya berhenti.

2.Pesan Trump ke Hizbullah

Sesudah pengumuman, Trump mengatakan bahwa dia berambisi Hizbullah "bertindak dengan baik dan benar" selama gencatan senjata 10 hari. Ini ditegaskannya melalui akun media sosial miliknya Truth Social.

"Saya berambisi Hizbullah bertindak dengan baik dan betul selama periode krusial ini," tulis Trump saat tiba untuk berpidato di Las Vegas, AS.

"Momen HEBAT bagi mereka jika mereka melakukannya. Tidak ada lagi pembunuhan. Akhirnya kudu ada DAMAI!"

3. Lebanon Sambut Gencatan Senjata

PM Lebanon Nawaf Salam mengatakan dia "menyambut" pengumuman Trump tentang gencatan senjata 10 hari dengan Israel. Sebanyak 2.100 - 2.196 orang tewas di Lebanon akibat serangan Israel dalam bentrok terbaru.

4.Iran Respons Gencatan Senjata Israel-Lebanon

Kementerian Luar Negeri Iran menyambut baik gencatan senjata Israel-Lebanon. Iran menyebutnya sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dua minggu sebelumnya nan dicapai antara republik Islam itu dan AS.

"Menyambut baik pengumuman gencatan senjata di Lebanon dan mencatat bahwa penghentian perang di Lebanon merupakan bagian dari kesepahaman gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat, nan dimediasi oleh Pakistan", tulis instansi buletin negara IRNA di Telegram, merujuk ahli bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei.

5.Baku Tembak

Israel dan Hizbullah saling baku tembak sebelum gencatan senjata dimulai. Layanan darurat Israel, Magen David Adom, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dua orang terluka, satu di antaranya serius, di Karmiel dan Nahariya setelah serangan roket di Israel utara ketika tentara dan Hizbullah saling baku tembak lintas perbatasan sesaat sebelum gencatan senjata mulai berlaku.

Serangan Israel di kota Ghazieh, Lebanon selatan, telah menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai 33 lainnya, kata kementerian kesehatan, beberapa jam sebelum gencatan senjata antara kedua negara mulai berlaku. Media pemerintah Lebanon melaporkan "pembantaian terhadap penduduk sipil" di kota tersebut, mencatat bahwa operasi pembersihan puing-puing sedang berlangsung.

6.Respons Netanyahu

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan gencatan senjata 10 hari dengan Lebanon menawarkan kesempatan untuk "kesepakatan perdamaian bersejarah" dengan Beirut. Tetapi , dia menegaskan bahwa pelucutan senjata golongan militan Hizbullah tetap menjadi prasyarat.

7.Trump Undang Israel dan Lebanon ke Gedung Putih

Trump mengatakan dia bakal mengundang para pemimpin Israel dan Lebanon ke Gedung Putih. Ini dikatakan nya setelah kedua negara menyepakati gencatan senjata.

"Saya bakal mengundang Perdana Menteri Israel, Bibi Netanyahu, dan Presiden Lebanon, Joseph Aoun, ke Gedung Putih," kata Trump di jejaring sosial Truth Social miliknya.

8.AS-Iran "Close to Deal"

Trump mengatakan bahwa AS dan Iran "sangat dekat" dengan kesepakatan perdamaian. Ia pun menyebut bakal mempertimbangkan untuk pergi ke Pakistan guna menandatangani perjanjian perdamaian kedua negara.

"Kita sangat dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Iran," kata Trump saat dia pergi untuk menaiki helikopternya menuju Las Vegas.

Ditanya apakah dia mungkin bakal pergi ke Pakistan untuk menandatangani perjanjian. Trump menambahkan "saya mungkin bakal pergi".

"Jika kesepakatan itu ditandatangani di Islamabad, saya mungkin bakal pergi," ujarnya.

Pemimpin AS itu memuji Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif nan "benar-benar hebat". Ia juga menyanjung kepala militer Asim Munir nan berpengaruh atas peran mereka dalam menengahi pembicaraan dengan Iran.

9. Iran bakal Menyerahkan Uraniumnya?

Trump mengatakan Iran telah setuju untuk menyerahkan persediaan uranium nan diperkaya. Barat percaya Iran menggunakan namanya untuk persediaan uranium nan diperkaya untuk membangun senjata nuklir.

"Mereka telah setuju untuk mengembalikan debu nuklir kepada kita," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

"Kita kudu memastikan bahwa Iran tidak pernah mendapatkan senjata nuklir... Mereka sepenuhnya setuju dengan itu. Mereka telah menyetujui nyaris semuanya, jadi mungkin jika mereka bisa duduk di meja perundingan, bakal ada perbedaan."

(sef/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News