9 Sekolah di AS Akan Dijaga Drone Anti-Penembak Massal

Sedang Trending 56 menit yang lalu
Drone Black Arrow buatan startup teknologi Mithril Defense. Foto: Mithril Defense

Sembilan sekolah di Amerika Serikat (AS) bakal dijaga drone anti-penembak massal sepanjang tahun ini. Drone berjulukan Black Arrow tersebut bisa melesat di dalam koridor, menembus kaca jendela, menyemprotkan merica, hingga menabrak pelaku.

Drone Black Arrow dikembangkan oleh startup teknologi asal AS, Mithril Defense. Tiga sekolah di Florida, lima sekolah di Georgia dan satu sekolah di Colorado menjadi nan pertama mengangkat teknologi ini melalui program keamanan sekolah Campus Guardian Angel senilai lebih dari 500 ribu dolar AS.

Sekolah kudu mengeluarkan biaya operasional sekitar 8 dolar AS per siswa setiap bulan. Drone ditempatkan dalam kotak unik di langit-langit gedung dan dapat diaktifkan oleh pembimbing ketika muncul laporan mengenai penembak aktif. Setelah diaktifkan, pilot ahli bakal mengendalikan drone dari instansi pusat Mithril Defense di Austin, Texas.

Pilot mengoperasikan Black Arrow menggunakan pemetaan 3D nan dibangun dengan teknologi mesin game Fortnite. Sistem tersebut membantu pilot menavigasi koridor, ruangan, pintu, dan bagian lain di dalam sekolah dari jarak jauh.

Drone dapat melesat hingga 160 kilometer per jam di area terbuka. Dalam situasi darurat, Black Arrow dirancang untuk mengalihkan perhatian dan menghalang pelaku menggunakan lampu strobo, sirene, serta semprotan merica.

Perangkat ini juga dapat menabrak pelaku dengan kecepatan tinggi. Badannya nan terbuat dari logam dan plastik bisa menembus kaca jendela untuk memasuki ruangan nan susah dijangkau.

"Kami bisa mengambil setiap perspektif dan membuka setiap pintu terlebih dulu lantaran kami tidak takut tertembak, kami hanyalah logam dan plastik," ujar Christian Van Sloun, Kepala Pilot Drone Mithril Defense, mengutip The Wall Street Journal (WSJ).

Black Arrow mempunyai waktu terbang sekitar 10 hingga 15 menit. Drone beraksi dalam golongan nan terdiri dari tiga unit dan menggunakan hubungan terenkripsi.

Mithril Defense tetap meneruskan setiap laporan darurat kepada pihak berwenang. Kehadiran drone ditujukan untuk menghalang pelaku sebelum polisi alias petugas keamanan sekolah tiba di lokasi.

"Ini adalah perihal nan revolusioner. Ini adalah masa depan," kata Kapten Todd Smith dari Kantor Sheriff Volusia County nan mengawasi keamanan di Deltona High School, Florida.

instagram embed

Mithril Defense berdiri pada 2023. Perusahaan kemudian membentuk Campus Guardian Angel pada 2025 untuk menyediakan sistem respons darurat dan keamanan di lingkungan sekolah.

Perdebatan etika dan efektivitas anggaran sekolah

Meskipun menawarkan perlindungan instan, penemuan ini memicu kritik keras dari para master privasi dan hukum. Sejumlah pihak mengkhawatirkan akibat serangan siber, potensi penggunaan kekerasan berlebihan, hingga pengalihan anggaran dari penanganan masalah utama siswa.

"Kita sedang menghadapi krisis kesehatan mental nan nyata di sekolah, dan kita semestinya menggunakan duit tersebut untuk mengatasi masalah itu," tegas Barry Friedman, Profesor Hukum dan Pakar Kepolisian dari New York University, dalam WSJ.

Analis Kebijakan Senior dari American Civil Liberties Union (ACLU), Jay Stanley, turut mengkritik ancaman penggunaan kekerasan jarak jauh nan berpotensi berlebihan. Namun, ketua perusahaan menegaskan bahwa unit drone hanya bakal meluncur pada situasi penembak aktif (active shooter).

"Visi kami pada akhirnya adalah datang di setiap sekolah di negara ini dan melenyapkan penembakan massal," ungkap Justin Marston, Co-founder Mithril Defense.

Meskipun menimbulkan perdebatan sengit, beberapa orang tua siswa mengapresiasi langkah preventif ini. Jessica Clayton, salah satu orang tua siswa di Deltona High School, berambisi program uji coba tersebut dapat menjadi langkah awal nan positif demi menjamin keselamatan anak-anak di lingkungan sekolah.

"Mengetahui bahwa kami menjadi salah satu nan pertama mendapatkan program uji coba ini awalnya cukup menegangkan. Namun di saat nan sama, kita kudu memulai dari suatu tempat, dan saya berambisi ini bisa memberikan pengaruh positif bagi masyarakat," katanya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan