Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggariskan 9 kebijakan strategis Kementerian Keuangan untuk mengelola ekonomi Indonesia pada 2027.
Kebijakan ini dia sebut ditetapkan sebagai strategi untuk memitigasi akibat ekonomi nan tetap besar di tingkat global. Mulai dari bentrok geopolitik, perang dagang, volatilitas nilai komoditas dan pasar keuangan, hingga pentingnya support untuk program ketahanan pangan, SDM, dan energi.
"Berbagai kebijakan ini ditempuh untuk melindungi daya beli menjaga stabilitas dan memelihara momentum pertumbuhan ekonomi," kata Purbaya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Adapun 9 kebijakan strategis itu adalah stabilisasi BBM bersubsidi, stabilisasi pangan, ketahanan daya dan pangan, disiplin fiskal dengan defisit di bawah 3% PDB, efisiensi belanja, optimasi penerimaan sumber daya alam (SDA), paket stimulus untuk melindungi daya beli dan bumi usaha, perbaikan pola penyerapan belanja, hingga sinergi dan kerjasama kebijakan fiskal berbareng moneter.
"Ini menjadi landasan kokoh untuk menyongsong dinamika tahun 2027," tegas Purbaya.
Selain 9 kebijakan strategis ini, Purbaya mengatakan, setidaknya juga ada5 program nan disusun Kementerian Keuangan untuk mendukung Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, berbarengan dengan aktivitas strategisnya.
5 Program itu kebijakan fiskal, sektor finansial dan ekonomi; pengelolaan penerimaan negara; pengelolaan shopping negara; pengelolaan perbendaharaan, kekayaan negara, dan risiko; serta support manajemen.
"Untuk menjalan seluruh program itu, kami mengusulkan pagu parameter Kementerian Keuangan 2027 sebesar Rp 49,8 triliun," tegas Purbaya.
(arj/arj)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·