88 Pekebun Sawit Swadaya Kalsel Ikuti Pelatihan SDM

Sedang Trending 4 hari yang lalu
88 Pekebun Sawit Swadaya Kalsel Ikuti Pelatihan SDM BPDP menyelenggarakan Pelatihan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).(Dok.Istimewa)


BADAN Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menunjukkan komitmennya dalam membangun industri kelapa sawit berkepanjangan dengan menyelenggarakan Pelatihan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama BPDB dengan PT Forestcitra Sejahtera (Mutu Institute), nan digelar pada 15–20 Juli 2026 di Hotel Rattan Inn Kalimantan Selatan.

Direktur PT Forestcitra Sejahtera (Mutu Institute), Wahyu Riyadi, dalam penyampaiannya menyebut bahwa training tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan. 

"Peningkatan kapabilitas SDM menjadi kunci agar pekebun tidak hanya bisa mengikuti aturan, tetapi juga memperoleh faedah nyata dari penerapan standar keberlanjutan," tuturnya Senin (15/6).

Menurut Wahyu, Pelatihan Implementasi ISPO tidak hanya meningkatkan kompetensi pekebun, tetapi juga menjadi bagian dari upaya besar membangun masa depan kelapa sawit rakyat nan lebih kuat, tertib, dan berkelanjutan. 

"Kelapa sawit nan dikelola dengan baik bisa memberikan faedah ekonomi nan besar bagi pekebun, menciptakan lapangan kerja, mendukung pembangunan daerah, dan memenuhi kebutuhan beragam sektor," sebut Wahyu.
 
"Oleh lantaran itu, kelapa sawit perlu dipandang secara setara sebagai komoditas nan berbobot tinggi dan memberikan faedah luas bagi masyarakat," tambahnya.

Pelatihan berjudul Implementasi ISPO, diikuti 88 petani kelapa sawit swadaya dari Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Materi nan disampaikan dalam aktivitas itu berangkaian dengan prinsip dan kriteria ISPO, legalitas kebun, praktik budidaya nan baik, pengelolaan lingkungan, kelembagaan petani, serta peningkatan produktivitas. 

Pelatihan tersebut bermaksud untuk meningkatkan pemahaman pekebun tentang standar sertifikasi ISPO serta memperkuat keahlian mereka dalam mengelola kebun secara legal, produktif, tertib, dan berkelanjutan. 

Pembukaan training ISPO itu, secara resmi dilakukan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi, SM. 

Dalam sambutannya, Suparmi menegaskan bahwa ISPO kudu dipahami sebagai instrumen krusial untuk memperkuat posisi pekebun sawit swadaya di pasar global. Ia menambahkan bahwa pengetahuan nan memadai bakal membantu pekebun memenuhi ketentuan keberlanjutan, memperbaiki tata kelola kebun, serta meningkatkan daya saing hasil perkebunan. 

“Pelatihan ini diharapkan menjadi bekal bagi pekebun untuk semakin siap menerapkan prinsip ISPO di kebun masing-masing,” ujarnya.

Selama enam hari pelatihan, peserta mengikuti proses pembelajaran nan disusun agar mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan di kebun masing-masing. Kehadiran petani dari Tanah Laut dan Tanah Bumbu menunjukkan semangat nan terus tumbuh untuk memperbaiki tata kelola sawit rakyat di Kalimantan Selatan. 

Kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman, membangun kesadaran, dan memperkuat komitmen berbareng dalam mengelola kelapa sawit secara bertanggung jawab.

Melalui aktivitas itu pula, peserta tidak hanya belajar mengenai aspek teknis dan administratif, tetapi juga memahami pentingnya tata kelola kebun nan berorientasi keberlanjutan. (E-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia