: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) didampingi Wakil Kepala BGN Trenggono (kiri) dan Agustina Arumsari memberikan keterangan pers mengenai penutupan dapur SPPG bermasalah di Kantor BGN, Jakarta, Senin (27/7/2026). BGN menutup 833 dapur Sat(. MI/Usman Iskandar)
ANGGOTA Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, menegaskan langkah bersih-bersih di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) sudah diusulkan oleh DPR sejak kepemimpinan Nanik S Deyang. Sementara itu, Kepala BGN, Sudaryono mengumumkan telah menutup 833 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan memberhentikan 261 pegawai non-ASN lantaran melanggar tindakan disiplin.
"Memang langkah itu nan kami sarankan pada Bu Nanik S Deyang (eks Kepala BGN) sebelum mundur, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) nan tidak berbobot baik kondisi dapur sampai pendistribusian menu memang kudu ditutup, mengingat banyak SPPG nan sudah dapat approval dan di bangun 100% tetap menunggu operasional," kata Irma saat dihubungi, Senin (27/7).
Ia mengatakan legislatif juga memberi usulan agar memutasi (rolling) koordinator wilayah (korwil) dan koordinator kecamatan (korcam) SPPG untuk memutus jaringan SPPG nan tidak berkualitas.
"Selain itu kami juga mengusulkan agar korwil dan korcam di-rolling ke wilayah lain untuk memutus jaringan nan sudah mereka bangun dalam melindungi SPPG nan tidak berbobot tapi setor pada mereka selama ini," ujar dia.
Selain menutup ratusan dapur SPPG, Kepala BGN juga mewanti-wanti kepala SPPG agar tidak melakukan tindakan koruptif seperti memainkan biaya bahan makanan, maupun gratifikasi.
Sudaryono mengatakan tidak boleh ada dapur SPPG nan melakukan mark up bahan makanan ataupun mitra nan meminta fee. Apabila diketahui ada oknum nan melakukannya, dia meminta masyarakat alias pihak mengenai tak segan melaporkan. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·