Jakarta -
Ajang Solartech Indonesia 2026 berjudul Indonesia Smart Energy & Technology Week 2026 resmi digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pameran ini menjadi salah satu nan terbesar di area ASEAN dengan partisipasi lebih dari 800 perusahaan global.
Sebagai bagian dari rangkaian tersebut, Solartech Indonesia 2026 datang dengan skala lebih besar. Pameran nan diselenggarakan oleh PT Global Expo Management (GEM) Indonesia ini menargetkan sekitar 35.000 visitor ahli selama tiga hari pelaksanaan.
Dalam sambutannya, President Director GEM Indonesia Baki Lee mengatakan pameran ini tidak hanya berfaedah sebagai arena pameran, tetapi juga sebagai penghubung kebutuhan industri dengan solusi nan tersedia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak hanya menghadirkan pameran, tetapi membangun ekosistem upaya nan menghubungkan solusi dengan kebutuhan industri. Setiap hubungan nan tercipta di sini berpotensi menjadi proyek nyata dalam mendukung transisi daya Indonesia," ujarnya di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, pameran ini juga mendukung program besar pemerintah di sektor energi, ialah pengembangan 100 GW pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan battery energy storage system (BESS).
"Kami tahu, pemerintahan Indonesia sekarang mempunyai program nan sangat besar, ialah penyokongan 100 gigawatt power station. Kami berambisi pameran kami hari ini dapat memberikan faedah bagi program ini, terutama untuk daya solar, baterai, komponen elektronik, IOT, dan smart energy," jelasnya.
Lebih lanjut, dia optimistis bahwa penyelenggaraan pameran ini bakal memberikan pengalaman positif bagi para pengunjung.
"Kami percaya, setiap visitor (yang hadir) bakal menikmati aktivitas ini dan mendapatkan faedah dan kembali ke rumah," tambahnya.
Dukungan terhadap penyelenggaraan pameran ini juga datang dari beragam asosiasi industri. Wakil Ketua Umum I Asosiasi Pabrikan Modul Surya Indonesia (APAMSI) Beny Sulaiman menilai arena ini sebagai momentum krusial untuk memperkenalkan potensi daya terbarukan di Indonesia.
"Ini adalah momentum nan sangat baik untuk kita memperkenalkan mengenai potensi-potensi daya terbarukan di Indonesia, dan pabrikan nan mendukung untuk program itu," ucapnya.
Ia berambisi forum seperti ini dapat melangkah beriringan dengan support kebijakan pemerintah.
"Semoga dengan adanya forum seperti ini, adanya kebijakan pemerintah nan mendukung daya terbarukan itu bisa berjalan dengan baik," lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (APERLINDO) John Manoppo menegaskan skala besar pameran ini di tingkat regional.
"Pameran ini jelas merupakan aktivitas terbesar dari jenisnya nan diadakan di Indonesia dan di ASEAN, dan ini menjadi momen nan tepat untuk perkembangan industri elektronika, listrik, dan bahan bangunan," katanya.
Ia menilai pameran ini membuka kesempatan lebih luas bagi pelaku usaha.
"Dan juga, aktivitas pameran ini merupakan undangan kepada masyarakat di dalam dan di luar negeri untuk mengikuti perkembangan terbaru kelistrikan dan membuka kesempatan upaya di Indonesia," imbuhnya.
Lebih lanjut, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) Soegiharto Santoso menambahkan bahwa pameran ini mempunyai peran strategis dalam mendorong kerjasama lintas sektor.
"Pameran seperti ini bukan sekedar arena transaksi, melainkan wadah strategis untuk membangun kerjasama nyata nan berdampak," terangnya.
Ia juga menekankan support terhadap sasaran keberlanjutan nasional.
"APKOMINDO dan APTIKNAS sangat mendukung aktivitas ini lantaran turut berkontribusi dalam pencapaian sasaran Nero Zero Emission di tahun 2060 mendatang. Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan beragam pihak lantaran di era digital nan unggul adalah nan paling sigap berinovasi dan paling bisa bekerja-sama dan bersinergi," sambungnya.
Dari sisi pemerintah, Sekretaris Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sahid Junaidi menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pameran ini nan dinilai sejalan dengan agenda transisi daya nasional.
"Pemerintah dibawah kepemimpinan Pak Presiden Prabowo Subianto mempunyai komitmen nan kuat di dalam mewujudkan transisi daya di tengah persoalan daya akhir-akhir ini. Dan dalam konteks ini, pameran nan diselenggarakan oleh PT GEM Indonesia ini mempunyai peran strategis nan sejalan dan mendukung komitmen pemerintah ini," tuturnya.
Ia pun mengapresiasi peran penyelenggara dalam mendukung transisi daya nasional.
"Kami apresiasi sekali lagi kepada PT GEM Indonesia, dan pameran ini tentu mendukung transisi daya nan bukan hanya mengenai dengan teknologi dan investasi, tapi juga komitmen keberlanjutan nan disertai dengan tata kelola nan baik, dan kepastian norma tentu, dan sistem pengawasan nan efektif dan berintegritas," pungkasnya.
Melalui arena Solartech Indonesia 2026 nan digelar pada 22-24 April 2026 ini, kerjasama antara pelaku industri, pemerintah, dan asosiasi diharapkan semakin solid guna mempercepat transisi daya dan mencapai sasaran keberlanjutan nasional.
(akd/ega)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·