80 Ton Udang dari Kebumen Siap Diekspor ke AS

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto ikut langsung memanen udang Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen di Jawa Tengah pada Sabtu (23/5) kemarin. Setidaknya, ada sekitar 80 ton udang nan sukses dipanen dan diekspor.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memastikan operasional Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen di Jawa Tengah, beserta hasil panennya sudah sesuai best practice. BUBK Kebumen seluas 100 hektare berisi 139 kolam produksi. Sebelum panen raya siklus kedelapan hari ini, pihaknya telah melakukan beberapa kali panen parsial.

"Panen kedelapan ini membuktikan bahwa per hektarenya sudah bisa mencapai sasaran terbaik. Dengan memenuhi seluruh standar industri, dan kita bisa berhasil. Hari ini (Kemarin) panennya sekitar 80 ton," ujar Trenggono dalam keterangannya, dikutip Minggu (24/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mencapai best practice pihaknya mengoptimalkan padat tebar. Selain itu, aktivitas budi daya didukung oleh teknologi water intake, tandon, saluran inlet dan outlet terpisah, hingga instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) untuk memastikan proses produksi kondusif bagi lingkungan.

Menurut Trenggono, tantangan nan dihadapi untuk mencapai best practice di antaranya menjaga konsistensi kualitas air nan digunakan untuk budidaya. Menjaga bibit udangnya nan berbobot baik.

"Lalu kemudian pakan nan diberikan secara efektif, itu kira-kira nan kudu dijaga," tambahnya.

Udang nan dipanen pada siklus ke-delapan sejak BUBK Kebumen diresmikan pada tahun 2023 lampau itu, berukuran 22-30. Harganya jualnya rata-rata Rp 70 ribu per kilogram.

Seluruh hasil panen sudah dibeli pelaku upaya lokal. Udang hasil panen selanjutnya bakal dibawa ke Cirebon, lampau diolah untuk diekspor ke Amerika Serikat (AS).

"Arahan dari pabrik untuk kami ambil dari BUBK Kebumen lantaran kualitasnya, dan ukurannya juga besar sesuai kebutuhan kami untuk ekspor ke Amerika Serikat," ujar Supplier udang asal Cirebon Ciko Joyo.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance