Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menanggapi perihal dugaan adanya delapan penduduk negara Indonesia (WNI) nan direkrut menjadi tentara Rusia. Ia meminta masyarakat tenang dan menunggu info pasti dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.
"Informasi mengenai dugaan delapan WNI nan direkrut untuk berasosiasi dengan angkatan bersenjata Rusia tentu perlu menjadi perhatian bersama. Namun, kita juga perlu berhati-hati dan tidak mengambil konklusi sebelum identitas, proses perekrutan, serta corak keterlibatan mereka betul-betul terverifikasi," kata Dave kepada wartawan, Selasa (1/9/2026).
Dave mengapresiasi langkah Kemlu nan melakukan pendalaman melalui perwakilan RI di Rusia dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait. Menurutnya, perihal itu krusial untuk mengetahui gimana proses perekrutan berjalan serta jenis pekerjaan nan sejak awal ditawarkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini perlu menjadi perhatian lantaran tawaran pekerjaan dengan iming-iming penghasilan tinggi dapat dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk merekrut WNI tanpa memberikan info nan utuh mengenai akibat dan konsekuensinya. Apabila dari hasil pendalaman ditemukan unsur penipuan, eksploitasi, alias jaringan perekrutan, tentu perlu ditindaklanjuti sesuai ketentuan nan berlaku," ujar Politikus Partai Golkar tersebut.
Dave juga menyoroti pentingnya pencegahan nan mesti dilakukan oleh pemerintah RI. Ia menegaskan keselamatan WNI kudu menjadi prioritas utama.
"Pada saat nan sama, upaya pencegahan juga perlu terus diperkuat. Masyarakat, khususnya WNI nan memperoleh tawaran pekerjaan di wilayah konflik, perlu mendapatkan info nan memadai agar dapat memahami risikonya dan mengambil keputusan secara lebih hati-hati," kata Dave.
"Yang paling penting, perlindungan WNI tetap menjadi prioritas. Karena itu, koordinasi antara Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, abdi negara penegak hukum, dan kementerian/lembaga mengenai perlu terus diperkuat agar penanganannya melangkah secara terukur dan persoalan serupa dapat diantisipasi sejak awal," tambahnya.
Ia berambisi Kemlu segera menyampaikan hasil pendalaman mengenai keberadaan delapan WNI tersebut. Komisi I DPR RI tidak mau kasus serupa terulang.
"Kita berambisi pendalaman nan sedang dilakukan dapat segera memberikan gambaran nan jelas mengenai situasi sebenarnya. nan terpenting, keselamatan dan perlindungan WNI tetap menjadi prioritas, sekaligus memperkuat langkah pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi," katanya.
Rilis info mengenai delapan WNI menjadi tentara Rusia disampaikan Intelijen Ukraina dalam sebuah keterangan di situs resminya, Foreign Intelligence Service of Ukraine/FISU. Intelijen Ukraina menampilkan arsip identitas WNI nan diduga menjadi tentara Rusia.
"Janji berupa penghasilan tinggi, tugas non-tempur, percepatan kebangsaan Rusia, dan tunjangan sosial menarik minat orang-orang yang-sering kali-tidak mengetahui ke mana sebenarnya mereka bakal dikirim," tulis Intelijen Ukraina dalam situs resminya, dilihat detikcom, Senin (31/8).
Jubir I Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan pemerintah RI tengah melakukan verifikasi atas info itu melalui perwakilan RI di Rusia. Dia menyebut Kemlu RI juga berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait.
"Informasi mengenai identitas, status kewarganegaraan, proses perekrutan, serta corak keterlibatan perseorangan nan disebutkan tetap perlu dipastikan lebih lanjut," kata Yvonne dalam keterangannya, Senin (31/8).
(dwr/zap)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·