Feby Novalius
, Jurnalis-Sabtu, 13 Juni 2026 |09:03 WIB

Pemerintah menyiapkan transformasi besar dalam penyaluran support sosial (bansos) dengan mengubah skema bantuan. (Foto: Okezone.com/Avirista)
JAKARTA – Pemerintah menyiapkan transformasi besar dalam penyaluran support sosial (bansos) dengan mengubah skema support berbasis peralatan menjadi support tunai langsung kepada penerima manfaat. Melalui sistem perlindungan sosial digital nan terintegrasi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah bakal menyalurkan support secara lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran.
Rata-rata nilai support nan bakal diterima mencapai Rp5,4 juta per orang, dengan proses verifikasi penerima memanfaatkan integrasi info kependudukan, aset, hingga pekerjaan.
Berikut Okezone rangkum terkiat fakta-fakta menarik mengenai bansos tunai Rp5,4 juta, Sabtu (13/6/2026):
1. Bansos Jadi Bantuan Tunai
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah bakal mengubah pola subsidi dan support sosial nan selama ini banyak disalurkan dalam corak peralatan menjadi support tunai langsung alias cash transfer.
Menurut Luhut, rata-rata support nan dihimpun dari beragam program bansos bakal disalurkan langsung kepada penerima faedah dengan nilai sekitar Rp5,4 juta per orang.
"Subsidi tidak bakal lagi ke barang. Subsidi bakal langsung kepada penerima. Rata-rata kita kumpulkan bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya ada Rp5,4 juta per orang," kata Luhut usai berjumpa Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta.
2. Gunakan AI untuk Kelola Data Penerima
Transformasi bansos bakal didukung sistem info tunggal nasional berbasis kepintaran buatan alias artificial intelligence (AI).
Luhut menjelaskan teknologi AI bakal digunakan untuk mengelompokkan, memverifikasi, dan memantau info penerima support sehingga program pemerintah dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·