Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Jum'at, 15 Mei 2026 |08:00 WIB

78 Tahun Nakba, Tragedi Berdarah Rakyat Palestina hingga Terusir dari Tanahnya
JAKARTA - Bangsa Palestina memperingati peristiwa Nakba atau bencana, setiap tanggal 15 Mei sejak 1948 alias tepat 78 tahun silam. Nakba merupakan peristiwa pengusiran massal dan pembersihan etnis dan rakyat Palestina oleh ekstremis yahudi Israel, merupakan akar penyebab dari apa nan saat ini dilihat sebagai pendudukan zionis.
Dilansir Okezone dari beragam sumber, peristiwa Nakba terjadi selama dan pasca Perang Palestina tahun 1948. Ini melibatkan pernyataan 78% wilayah Wajib Palestina sebagai bagian dari Israel, pengusiran dan pengungsian sekitar 700.000 penduduk Palestina, depopulasi dan penghancuran lebih dari 500 desa Palestina oleh milisi Zionis dan kemudian oleh tentara Israel.
Tindakan ini juga mencakup penghapusan geografis, penolakan kewenangan kembali penduduk Palestina, pembuatan pengungsi Palestina nan berkarakter permanen, serta "runtuhnya masyarakat Palestina."
Ketika nakba ini terjadi, identitas Palestina menjadi mengenai erat dengan "penderitaan," dan deteritorialisasi masyarakat Palestina menciptakan komponen pemersatu dan konsentrasi dalam kemauan mereka untuk kembali ke tanah air nan telah hilang.
Pada November 1947, Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi nan membagi Palestina menjadi dua negara, satu Yahudi dan satu Arab, dengan Yerusalem di bawah pemerintahan PBB.
Dunia Arab menolak rencana tersebut, menganggapnya tidak setara dan melanggar Piagam PBB. Milisi Yahudi menyerang desa-desa Palestina, memaksa ribuan orang mengungsi.
Situasi ini berkembang menjadi perang besar pada 1948, mengakhiri Mandat Inggris dan menyaksikan deklarasi kemerdekaan Israel, serta masuknya pasukan Arab. Pasukan Israel nan baru terbentuk meluncurkan serangan besar, menyebabkan perpindahan permanen lebih dari separuh masyarakat Palestina.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·