777 Siswa dan Guru Keracunan, SPPG Soditan Lasem Dihentikan Sementara

Sedang Trending 57 menit yang lalu
777 Siswa dan Guru Keracunan, SPPG Soditan Lasem Dihentikan Sementara Sejumlah siswa SMA Negeri 1 Lasem, Kabupaten Rembang tetap menjalani perawatan tim medis akibat keracunan MBG(MI/Akhmad Safuan )

MULAI Sabtu (5/9) dapur SPPG Soditan di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dihentikan sementara. Kebijakan itu ditetapkan ebagai buntut keracunan MBG terhadap 777 siswa dan pembimbing SMA Negeri 1 Lasem. Evaluasi juga dilakukan secara menyeluruh terhadap sistem pengolahan makanan tersebut. 

Pemantauan Media Indonesia, Jumat (4/9) kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di SMA Negeri 1 Lasem, Kabupaten Rembang, nan menimpa 777 orang terdiri dari 752 siswa dan 25 pembimbing tetap dilakukan penanganan. Berdasarkan catatan, 9 orang terpaksa menjalani rawat inap dan 16 orang rawat jalan. Sebanyak 209 siswa belum masuk sekolah. 

Sementara itu, ratusan korban dengan indikasi diare, mual, dan muntah lainnya tetap dalam pemantauan tim kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang. 

"Korban dengan indikasi ringan diizinkan dirawat di rumah, sedangkan nan cukup parah dirawat di sejumlah akomodasi kesehatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Ali Syofii. 

Terhadap kasus keracunan itu, lanjut Ali Syofii, tetap terus dilakukan penelusuran penyebabnya dengan melakukan pemeriksaan terhadap menu makanan nan disajikan pada program MBG seperti nasi, ayam bakar, lalapan, dan buah semangka. "Ada di antaranya kondisi kurang baik seperti ayam dan buah semangka," tambahnya. 

Untuk mengetahui lebih lanjut, sejumlah makanan nan disajikan hingga meracuni ratusan siswa SMA Negeri 1 Lasem Rembang tersebut kirimkan ke Labkes Provinsi Jateng untuk uji kimia dan uji bakteriologis. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang Fahrudin mengatakan, mengenai kasus keracunan MBG di SMA Negeri 1 Lasem ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang memutuskan untuk menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan di Kecamatan Lasem mulai Sabtu (5/9). 

Pihaknya juga menurunkan tim nan diharapkan dapat menemukan titik penyebab hingga dapat dilakukan langkah keputusan lebih lanjut. 

Fahrudin melanjutkan, dipastikan seluruh biaya penanganan medis korban, baik rawat jalan maupun rawat inap bakal ditanggung sepenuhnya oleh pengelola SPPG Soditan. 

"Kita fokuskan penanganan gangguan kesehatan sebagai akibat keracunan ini, " imbuhnya. 

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengungkapkan, bahwa SPPG  yang melayani MBG untuk sekolah itu terbukti melanggar SOP dan berpotensi ditutup. Hal ini nan kudu dievaluasi dan jika kelak terindikasi kelalaian ini disengaja alias SOP tidak dijalankan dengan baik maka langsung diambil tindakan tegas.

Pemprov Jawa Tengah, ujar Tak Yasin Maimoen, juga bakal terus memantau penanganan medis terhadap korban terdampak keracunan MBG tersebut. Apalagi beberapa pekan sebelumnya terjadi dugaan keracunan serupa juga terjadi menimpa 136 siswa SMP Negeri 5 Rembang. (AS/E-4) 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia