Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 73 negara berasosiasi dengan Indonesia untuk mengutuk serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian di Lebanon. Duta besar dari puluhan negara telah berasosiasi dengan utusan Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Umar Hadi, guna menyampaikan pernyataan bersama, Kamis waktu AS.
"Mengutuk dengan sekeras-kerasnya serangan terus-menerus terhadap UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) termasuk serangan baru-baru ini nan menewaskan tiga pasukan penjaga perdamaian Indonesia di Lebanon," ujar mereka merujuk misi penjaga perdamaian nan dibentuk oleh PBB untuk bekerja di Lebanon, dimuat Al-Jazeera dan AFP, Jumat (10/4/2026).
Pernyataan berbareng tersebut juga mencatat tak hanya dari Indonesia, pasukan perdamaian dari negara lain juga terluka dalam serangan baru-baru ini di Lebanon selatan. Ini meliputi prajurit Prancis, Ghana, Nepal, dan Polandia.
"Menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi kemanusiaan di Lebanon, terutama korban sipil nan signifikan, kerusakan prasarana sipil nan luas, dan pengungsian massal lebih dari satu juta orang," ujar mereka lagi.
PBB mengatakan temuan awal mereka menunjukkan bahwa salah satu pasukan penjaga perdamaian RI kemungkinan tewas akibat tembakan tank Israel pada 29 Maret. Sementara dua lainnya tewas pada hari berikutnya akibat perangkat peledak nan menurut penilaian PBB "kemungkinan besar ditempatkan oleh Hizbullah".
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI menyebut serangan tersebut "tidak dapat diterima". Pernyataan tersebut mendesak Dewan Keamanan PBB "untuk segera mengadakan pertemuan negara-negara penyumbang pasukan ke UNIFIL untuk melakukan peninjauan dan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan perlindungan personel nan bertugas.
Presiden Prabowo Subianto juga mengatakan bahwa dia "mengutuk keras setiap tindakan biadab nan merusak perdamaian" dan "menyebabkan kematian tentara bangsa kita".
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·