7 Jurus BK Hebat, Upaya Kemendikdasmen Perkuat Pendampingan Murid di Sekolah

Sedang Trending 1 hari yang lalu
7 Jurus BK Hebat, Upaya Kemendikdasmen Perkuat Pendampingan Murid di Sekolah Webinar Series 7 Jurus BK Hebat nan mengangkat tema Menguatkan Peran Guru Wali sebagai Pendamping Tumbuh Kembang Murid melalui 7 Jurus BK Hebat.(dok.istimewa)

PENDAMPINGAN terhadap siswa tidak cukup hanya dilakukan ketika persoalan muncul. Guru perlu mengenali potensi, memahami kebutuhan, membangun komunikasi, dan mendampingi proses tumbuh kembang siswa secara berkelanjutan.

Semangat tersebut menjadi perhatian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Webinar Series 7 Jurus BK Hebat nan mengangkat tema Menguatkan Peran Guru Wali sebagai Pendamping Tumbuh Kembang Murid melalui 7 Jurus BK Hebat.

Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus menilai penguatan peran Guru Wali menjadi krusial di tengah semakin kompleksnya tantangan nan dihadapi murid. Persoalan nan muncul tidak hanya berangkaian dengan capaian akademik, tetapi juga menyangkut emosi, relasi sosial, karakter, perkembangan teknologi dan media digital, perundungan, kekerasan, hingga persoalan psikososial.

Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Arif Jamali Muis, mengatakan sekolah kudu bisa datang lebih awal untuk mengenali kebutuhan dan potensi murid.

“Kita menyadari bahwa siswa kita hari ini tumbuh dalam situasi nan semakin kompleks. Karena itu sekolah tidak cukup datang ketika masalah sudah terjadi. Sekolah kudu bisa mengenali lebih awal, mencegah, mendampingi, sekaligus mengembangkan kekuatan nan dimiliki setiap murid,” ujar Arif dalam keterangannya, Kamis (3/9).

Menurut dia, jasa Bimbingan dan Konseling (BK) mempunyai posisi strategis dalam sistem pendampingan murid. Guru BK mempunyai kompetensi ahli untuk melaksanakan asesmen kebutuhan, jasa dasar, jasa responsif, perencanaan individual, support sistem, hingga rujukan sesuai kebutuhan murid.

Namun, pendampingan siswa tidak dapat dibebankan hanya kepada Guru BK. Proses tumbuh kembang siswa berjalan setiap hari dalam beragam hubungan di sekolah.

“Pendampingan terhadap siswa tidak mungkin hanya dibebankan kepada Guru BK,” kata Arif.

Guru Wali Jadi Pendamping Dekat Murid

Penguatan peran Guru Wali menjadi bagian dari upaya membangun sistem pendampingan nan lebih terintegrasi. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 11 Tahun 2025 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Guru Wali mempunyai peran dalam pendampingan akademik serta pengembangan kompetensi, keterampilan, dan karakter siswa secara berkelanjutan.

Guru Wali bekerja-sama dengan Guru BK dan wali kelas. Dengan demikian, pendampingan siswa diharapkan tidak melangkah sendiri-sendiri, tetapi menjadi bagian dari ekosistem sekolah nan saling mendukung.

“Yang mau kita bangun bukanlah pembagian tugas nan melangkah sendiri-sendiri, melainkan sistem pendampingan siswa nan terintegrasi dan kolaboratif,” ujar Arif.

Konsep tersebut juga sejalan dengan penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, nan menempatkan siswa sebagai pusat pendampingan dengan memperhatikan kebutuhan fisik, psikologis, sosial, spiritual, serta keamanan digital.

Dalam ekosistem tersebut, Guru Wali menjadi pendamping nan dekat dengan keseharian murid. Guru BK memberikan support profesional, sementara wali kelas, pembimbing mata pelajaran, orang tua alias keluarga, kepala sekolah, dan organisasi turut mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan nan mendukung tumbuh kembang murid.

Tujuh Jurus, Satu Tujuan

Webinar Series 7 Jurus BK Hebat dikembangkan untuk memberikan pendekatan praktis nan dapat digunakan pembimbing dalam melakukan pendampingan dasar kepada murid.

Tujuh jurus nan diperkenalkan meliputi Kenali Potensi, Kelola Emosi, Tumbuhkan Resiliensi, Jaga Konsistensi, Jalin Koneksi, Bangun Kolaborasi, dan Menata Situasi.

Program ini tidak dimaksudkan untuk menjadikan seluruh pembimbing sebagai konselor. Guru BK tetap menjalankan kegunaan profesionalnya, sedangkan Guru Wali, wali kelas, dan pembimbing mata pelajaran menjalankan peran masing-masing.

Melalui 7 Jurus BK Hebat, pembimbing diharapkan semakin peka terhadap kondisi murid, bisa melakukan penemuan dini, memberikan support awal, membangun komunikasi nan sehat, serta memahami kapan kudu berkolaborasi, berkonsultasi, alias merujuk siswa kepada Guru BK maupun tenaga ahli lainnya.

Dengan pendekatan tersebut, setiap pembimbing diharapkan menjadi bagian dari ekosistem pendampingan siswa sesuai peran dan kewenangannya.

Kenali Potensi Jadi Langkah Awal
Pada seri pertama, peserta diajak memulai dari Jurus 1: Kenali Potensi.

Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru, Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, menempatkan keahlian mengenali potensi sebagai langkah awal dalam pendampingan murid.

Guru didorong untuk mengenali kekuatan murid, minat nan dimiliki, situasi ketika siswa bisa menunjukkan keahlian terbaiknya, aspek nan tetap perlu dikembangkan, serta support nan dibutuhkan.

“Kenali potensi” bukan sekadar mengetahui nilai alias prestasi akademik murid. Lebih dari itu, pembimbing perlu memandang siswa sebagai perseorangan nan mempunyai kekuatan, minat, kebutuhan, dan karakter nan berbeda.

Dalam materi “Guru Wali: Pendamping Berkelanjutan bagi Murid”, Prof. Maila menjelaskan bahwa Guru Wali berkedudukan mendampingi siswa dalam pengembangan akademik, kompetensi, keterampilan, dan karakter secara berkelanjutan. Guru Wali juga bekerja-sama dengan Guru BK dan wali kelas dalam menjalankan pendampingan tersebut.

Dari Webinar ke Praktik di Sekolah

Ketua Tim Kerja Pembelajaran, Kesejahteraan dan Penghargaan, Ahmad Budidarma mengatakan Webinar Series 7 Jurus BK Hebat dirancang agar pengetahuan nan diperoleh pembimbing dapat diterapkan dalam hubungan sehari-hari dengan murid.

“Webinar ini tidak diharapkan berakhir pada penambahan pengetahuan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi praktik pendampingan siswa nan nyata di satuan pendidikan,” ujar Ahmad.

Menurutnya, pola pendampingan nan dibangun melalui program tersebut diarahkan untuk memperkuat pembinaan karakter positif serta pengembangan aspek pribadi, sosial, belajar, dan pekerjaan murid.

Webinar dilaksanakan dalam tujuh pertemuan. Setiap pertemuan tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga dilengkapi contoh praktik baik nan dapat dikaitkan dengan situasi nyata di satuan pendidikan.

Peserta aktivitas mencakup Guru BK, Guru Wali, pembimbing mata pelajaran, wali kelas, kepala sekolah, pengawas sekolah, pendidik pada satuan pendidikan unik maupun inklusif, serta unsur lain nan mempunyai peran dalam pendampingan dan pengembangan karakter murid.

Kemendikdasmen berambisi rangkaian tujuh seri tersebut dapat memperkuat budaya pendampingan di sekolah. Bukan sekadar membikin siswa lebih berprestasi secara akademik, tetapi memastikan setiap siswa merasa dikenal, didengar, dan didampingi.

Pada akhirnya, penguatan Guru Wali dan Guru BK diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar berbareng untuk menghadirkan sekolah nan lebih aman, nyaman, inklusif, dan bisa mendukung setiap siswa tumbuh sesuai potensi terbaiknya. (Cah/P-3) 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia