62.685 Orang RI Jatuh Miskin Akibat Penyakit Katastropik Dalam Sebulan

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan sejumlah temuan dari hasil cek lapangan (ground checking) tahap 1 info masyarakat Indonesia per perseorangan nan menjadi penerima support iuran (PBI) BPJS Kesehatan dan merupakan pengidap penyakit katastropik.

Ground checking tahap 1 itu telah dilakukan sejak akhir Februari-Maret 2026 dengan tujuan memastikan kecermatan info penerima support sosial nasional dari PBI.

Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengungkapkan salah satu temuan krusial dari ground checking tahap 1 itu. Temuan itu adalah penyakit katastropik dapat membikin perseorangan turun kelas sosial namalain jatuh miskin hanya dalam waktu singkat.

"Menunjukkan bahwa penyakit katastropik bisa dengan sigap menurunkan kesejahteraan individu," kata Sonny saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Sonny mengatakan, dari total 106.153 orang nan dicek ulang datanya dengan mendatangi langsung oleh petugas BPS di lapangan, setidaknya ada 62.685 orang nan turun kelas, dari semula tercakup ke dalam desil 6-5 (mampu alias bukan penerima bansos PBI BPJS Kesehatan) menjadi masuk ke dalam desil 1-5 (penerima bansos PBI BPJS Kesejatan) hanya dalam waktu satu bulan.

"Ini menunjukkan bahwa dalam beberapa bulan saja lantaran info nan digunakan untuk hapus PBI sebelumnya info triwulan IV-2025, begitu dicek di akhir Februari sampai Maret rupanya 62.685 orang turun desil," ujar Sonny.

Data penurunan kelas ini menurut Sonny diperoleh lantaran saat proses ground checking tahap 1, BPS turut melengkapi info sosial ekonomi nasional (DTSEN) 106.153 individu. Pembaruan info itu termasuk melengkapi info kepemilikan aset, dan nilai dari aset nan dimiliki.

"Salah satu nan kami lengkapi adalah jumlah kepemilikan aset dan nilai dari aset tersebut. Lalu dilakukan kalkulasi perangkingan ulang dan ketemu rupanya dari 106.153 orang tadi ada 62.685 nan tadinya di desil 6 ke atas sekarang mereka turun desil masuk ke desil 1-5," tegas Sonny.

Dari hasil temuan ini, Sonny meminta pemerintah, unik Kementerian Sosial untuk bijak dalam mengambil keputusan penonaktifan status peserta PBI JKN BPJS Kesehatan.

"Belajar dari kasus sebelumnya bahwa orang jika menderita katastropik dia dalam waktu singkat bisa turun kesejahteraannya dan turun desilnya ke desil terendah," tutur Sonny.

"Oleh lantaran itu, ini sangat tergantung dari kebijksanaan bapak mensos mengenai mereka nan sebetulnya menderita penyakit katastropik tapi berada di desil 6-10," ungkapnya.

Sebagai informasi, penyakit katastropik adalah penyakit berat nan memerlukan pembiayaan mahal dan pengobatan lama terus menjadi perhatian pemerintah, berasas arti Kementerian Kesehatan. Contoh dari penyakit itu di antaranya kandas ginjal kronis hingga penyakit jantung, kanker, maupun stroke.

(arj/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News