60 Tahun Hubungan RI-Uruguai, Menbud Resmikan Pameran Seni Panoramica

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta - Kedutaan Besar Republik Oriental Uruguai bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menghadirkan Pameran Seni Rupa Uruguai Panorámica di Gedung D Galeri Nasional Indonesia, Jakarta.

Pameran ini digelar dalam rangka merayakan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Uruguai sekaligus menjadi ruang pertukaran budaya nan mempererat persahabatan kedua negara melalui seni dan kreativitas.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon resmi membuka gelaran Panorámica pada Kamis (4/6). Ia menyampaikan apresiasi kepada Kedubes Republik Oriental Uruguai nan telah menginisiasi terselenggaranya pameran ini.

Menurut Fadli, hubungan diplomatik tidak hanya dapat diukur melalui kerja sama politik maupun perdagangan, tetapi juga melalui kekuatan budaya nan menjadi jembatan antarbangsa.

"Melalui Panorámica, masyarakat Indonesia memperoleh kesempatan berbobot untuk menjelajahi kekayaan ekspresi seni Uruguai nan merefleksikan sejarah, identitas budaya, dan dinamika kehidupan masyarakatnya," ujar Fadli dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).

Fadli menambahkan, karya-karya nan dipamerkan mengundang visitor memandang bumi melalui perspektif berbeda, sekaligus memperlihatkan gimana seni bisa menjadi bahasa universal nan melampaui pemisah geografis, mempererat hubungan antarmasyarakat, dan membangun pemahaman lintas budaya antarbangsa.

Pameran ini juga berjalan pada momentum positif perkembangan seni rupa Indonesia. Dalam satu dasawarsa terakhir, seni kontemporer Indonesia terus menunjukkan kiprahnya di tingkat dunia melalui partisipasi para seniman di beragam museum, biennale, dan pameran internasional. Kehadiran mereka tidak hanya memperkenalkan kekayaan tradisi budaya Indonesia kepada dunia, tetapi juga menghadirkan perspektif relevan terhadap isu-isu dunia mulai dari identitas budaya, keberlanjutan, perkembangan teknologi, hingga transformasi sosial.

Duta Besar Uruguai untuk Indonesia Cristina González menyampaikan pameran ini menjadi momentum krusial untuk memperkenalkan identitas budaya Uruguai kepada masyarakat Indonesia.

"Pameran Panorámica merepresentasikan semangat Uruguai sekaligus menunjukkan nilai-nilai universal nan juga dekat dengan budaya Indonesia, seperti hubungan manusia dengan alam, tradisi, dan identitas," kata Cristina González.

Panorámica menampilkan karya dua seniman Uruguai, Luis Fabini dan Manuel Rodríguez, nan menghadirkan pendekatan berbeda tentang lanskap dan hubungan manusia dengan alam.

Luis Fabini melalui seri karya fotografi mendokumentasikan kehidupan gaucho, sosok penggembala ikonik dalam budaya Uruguai nan berakar pada ketenangan dan ritme kehidupan pedesaan. Di kembali ketenangan lanskap dan sosok gaucho nan sering dipandang heroik, tersimpan kisah tentang ketangguhan, kerja keras, dan pengalaman hidup nan nyata - sebuah hubungan nan terus dibangun antara manusia dan tanah tempat mereka berpijak.

Sementara Manuel Rodríguez melalui seri Watercolor Infinite Dawn menangkap lanskap sebagai ruang nan terus bergerak, berubah, dan membentuk pengalaman batin. Melalui goresan cat air nan lembut dan nyaris samar, karyanya menghadirkan pemandangan sebagai ruang nan tenang dan reflektif, menciptakan pengalaman memandang nan hening, kontemplatif, dan terkadang tak sepenuhnya terduga.

Pameran ini juga dilengkapi serangkaian program publik, di antaranya forum publik berbareng pelukis Manuel Rodríguez dan pemutaran movie Uruguai. Panorámica dikuratori oleh Alam Wisesha dan Karamina Puspitasari, dan terbuka untuk publik mulai 5 hingga 28 Juni 2026 di Gedung D Galeri Nasional Indonesia, Jakarta.

Turut datang mendampingi Menbud Fadli Zon ialah Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Endah T.D. Retnoastuti; Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra; dan Kepala Museum dan Cagar Budaya Indira Esti Nurjadin. Sejumlah perwakilan korps diplomatik negara sahabat juga hadir, di antaranya Republik Federasi Brasil, Republik Belarus, Republik Chili, Republik Kolombia, Republik Kroasia, Republik Kuba, serta negara sahabat lainnya.

"Mari kita terus memperkuat jembatan kebudayaan nan menghubungkan Indonesia dan Uruguai serta berkontribusi pada terwujudnya saling pengertian dan pemahaman nan lebih baik di tingkat internasional," pungkas Fadli Zon. (akn/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News