Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping melakukan pertemuan tingkat tinggi KTT di Beijing, Kamis (15/5/2026). Pertemuan ini nan menghasilkan sejumlah kesepakatan besar mulai dari sektor ekonomi hingga geopolitik global.
Pertemuan nan berjalan selama lebih dari dua jam ini menandai babak baru hubungan dua kekuatan besar bumi di tengah beragam ketegangan jual beli dan keamanan nan tetap membayangi. Trump memuji Xi sebagai "pemimpin besar" dan "teman", seraya membawa misi besar untuk memperkuat lapangan kerja di AS melalui komitmen pembelian pesawat.
Namun, di kembali kemegahan sambutan karpet merah di Balai Agung Rakyat, rumor sensitif mengenai kedaulatan Taiwan tetap menjadi ganjalan utama nan diperingatkan secara tegas oleh pihak Beijing kepada Washington.
Berikut adalah poin-poin krusial hasil pertemuan Trump dan Xi Jinping di Beijing:
1.Borong 200 Pesawat Boeing
Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa China telah setuju untuk membeli 200 unit pesawat Boeing sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan jual beli kedua negara. "Itu semacam pernyataan tapi saya pikir itu adalah sebuah komitmen," kata Trump mendeskripsikan percakapannya dengan Presiden Xi Jinping dalam sebuah wawancara dengan Fox News.
Trump menegaskan bahwa pesanan "200 pesawat besar" tersebut bakal berakibat signifikan pada kesiapan lapangan kerja di Amerika Serikat. Meskipun sempat tersiar berita mengenai potensi pesanan hingga 500 unit seri 737 MAX, komitmen 200 pesawat ini tetap menjadi angin segar bagi Boeing, mengingat pesanan besar terakhir dari China terjadi pada tahun 2017 saat kunjungan pertama Trump ke Beijing.
2.Bantuan China di Selat Hormuz dan Iran
Dalam rumor keamanan Timur Tengah, Trump menyatakan bahwa Xi Jinping menawarkan support China untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz nan strategis. Selain itu, Xi memberikan janji kuat bahwa Beijing tidak bakal mengirimkan peralatan militer untuk membantu Iran dalam konfliknya melawan AS dan Israel.
"Dia (Xi) mengatakan tidak bakal memberikan peralatan militer... dia mengatakannya dengan tegas," ujar Trump kepada aktivitas "Hannity" di Fox News. Trump menambahkan bahwa Xi mau memandang Selat Hormuz tetap terbuka bagi jalur perdagangan internasional dan siap memberikan support apa pun nan diperlukan.
3.Peringatan Keras Xi Jinping soal Taiwan
Meski suasana pertemuan terlihat hangat, Presiden Xi Jinping memberikan peringatan keras kepada Trump bahwa kesalahan langkah mengenai rumor Taiwan dapat menjerumuskan kedua negara ke dalam "konflik". Xi menegaskan bahwa masalah Taiwan adalah rumor paling krusial dan sensitif dalam hubungan China-AS nan tidak boleh salah ditangani.
"Jika salah dikelola, kedua negara bisa berbenturan alias apalagi terlibat konflik, mendorong seluruh hubungan China-AS ke dalam situasi nan sangat berbahaya," tegas Xi menurut laporan media pemerintah China. Menanggapi perihal tersebut, Kementerian Luar Negeri Taiwan menyatakan bahwa Beijing adalah "satu-satunya risiko" bagi perdamaian dan stabilitas regional melalui pelecehan militer nan terus dilakukan.
5.China Beli Minyak dan Kedelai AS
Trump mengatakan bahwa China menyatakan minat untuk membeli minyak dan kedelai AS. Ini setelah dia berjumpa dengan mitranya Xi Jinping selama kunjungan kenegaraan ke Beijing.
"Mereka telah setuju bahwa mereka mau membeli minyak dari Amerika Serikat," kata Trump kepada pembawa aktivitas Fox News Sean Hannity dalam sebuah wawancara nan disiarkan Kamis malam di AS.
China, pengguna asing utama minyak Iran, membeli sejumlah mini minyak AS sebelum Trump memberlakukan tarif tahun lalu. China juga memperlambat pembelian kedelai AS, beranjak ke Brasil sebagai gantinya, lantaran kebijakan Trump
6.Protokol Keamanan Kecerdasan Buatan (AI)
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengungkapkan bahwa Washington dan Beijing tengah mendiskusikan pembentukan "pagar pembatas" alias guardrails untuk penggunaan Kecerdasan Buatan (AI). Diskusi ini sangat krusial mengingat kedua negara merupakan kekuatan super AI dunia, namun mempunyai sengketa kontrol ekspor teknologi nan tajam.
Bessent menjelaskan bahwa kedua belah pihak bakal menetapkan "protokol" untuk memastikan model-model AI nan canggih tidak jatuh ke tangan tokoh non-negara. Meskipun China dianggap tetap berada di belakang AS dalam perihal teknologi, keterlibatan tokoh teknologi seperti Elon Musk dan Jensen Huang dalam delegasi Trump menunjukkan sungguh pentingnya kerja sama pengaturan AI ini bagi nilai-nilai dan praktik terbaik global.
7.Undangan ke Gedung Putih dan Agenda Global
Sebagai corak kelanjutan dari diplomasi ini, Presiden Trump secara resmi mengundang Presiden Xi Jinping untuk mengunjungi Gedung Putih pada 24 September mendatang. Undangan ini disampaikan langsung oleh Trump dalam jamuan makan malam kenegaraan nan dihadiri oleh istri Xi, Ibu Negara Peng Liyuan.
Selain membahas kerja sama bilateral, pemerintah China merilis info bahwa kedua pemimpin juga berganti pandangan mengenai masalah internasional nan mendesak. Topik-topik nan dibahas meliputi perang di Timur Tengah, krisis Ukraina, serta situasi keamanan di Semenanjung Korea guna mencari solusi perdamaian di kawasan-kawasan bentrok tersebut.
(tps/sef)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·