Jakarta -
Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati untuk kembali menjadi pribadi nan lebih bersih, lebih ikhlas, dan lebih dekat kepada-Nya. Di setiap ibadah, ada angan untuk masa depan nan lebih baik.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menginformasikan enam tempat angan mustajab saat sedang berhaji. Berikut ulasannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Multazam
Multazam adalah bagian tembok Ka'bah nan berada di antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah. Tempat ini dikenal sebagai letak mustajab untuk bermohon sehingga banyak jemaah menempelkan dada, wajah, dan tangan sembari memohon kepada Allah.
Kata Multazam berasal dari bahasa Arab "iltazam" nan berfaedah "melekat alias berpegang erat."
"Aku memandang Rasulullah SAW menempelkan wajah dan dadanya di Multazam." (HR. Abu Daud, Ahmad, dan lainnya)
2. Hijr Ismail
Hijr Ismail adalah area separuh lingkaran di samping Ka'bah nan dibatasi tembok rendah. Tempat itu sebenarnya termasuk bagian dari Ka'bah.
Karena menjadi bagian Ka'bah, salat dan angan di Hijr Ismail mempunyai keistimewaan tersendiri. Banyak jemaah memanfaatkan tempat ini untuk salat sunah dan memperbanyak doa.
"Jika engkau mau masuk ke dalam Ka'bah maka salatlah di Hijr, lantaran dia termasuk bagian dari Ka'bah." (HR. Tirmidzi)
3. Tawaf
Thawaf merupakan salah satu ibadah utama dalam haji dan umrah. Saat tawaf, jemaah dianjurkan memperbanyak doa, zikir, istigfar, dan membaca Al-Qur'an. Salah satu tempat nan sangat dianjurkan untuk membaca angan adalah di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad. Rasulullah SAW sering membaca doa:
"Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaban naar" (HR. Abu Dawud)
4. Padang Arafah
Arafah merupakan puncak ibadah haji. Wukuf di Arafah menjadi salah satu rukun haji nan paling utama. Hari Arafah juga dikenal sebagai salah satu waktu terbaik untuk berdoa.
Rasulullah SAW menyebut bahwa angan terbaik adalah angan pada hari Arafah. Pada saat inilah jutaan jemaah berkumpul memohon maaf kepada Allah SWT.
"Sebaik-baik angan adalah angan pada hari Arafah." (HR. Tirmidzi)
Hari Arafah menjadi momen nan sangat emosional bagi banyak jemaah lantaran dianggap sebagai kesempatan besar untuk mendapatkan pembebasan dosa dan memperbaiki kehidupan.
Suasana di padang Arafah. (Foto: Getty Image/Ashraf Amra)
5. Muzdalifah
Setelah meninggalkan Arafah, jemaah menuju Muzdalifah untuk sabit dan mengumpulkan batu jumrah. Rasulullah SAW juga memperbanyak zikir dan angan di tempat ini.
Kemudian beliau berakhir di Masy'aril Haram, lampau berdoa, bertakbir, bertahlil dan mentauhidkan Allah (HR. Muslim)
Suasana malam di Muzdalifah nan tenang sering dimanfaatkan jemaah untuk bermuhasabah dan memperbanyak istigfar.
6. Mina dan setelah melempar jumrah
Di Mina, Rasulullah SAW memberi contoh untuk bermohon cukup lama setelah melempar jumrah Ula dan Wustha.
"Setelah melempar jumrah pertama dan kedua, beliau berdiri lama menghadap kiblat sembari berdoa" (HR. Bukhari)
Ini menunjukkan bahwa ibadah jumrah bukan hanya melempar batu, tetapi juga momen memperbanyak angan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Simak juga Video 'Puncak Haji, 49 Jemaah Aida Tourindo Wisata Jalani Wukuf di Arafah'
(kny/zap)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·