6 Gejala Masalah Katup Jantung yang tidak Boleh Diabaikan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
6 Gejala Masalah Katup Jantung nan tidak Boleh Diabaikan Kenali tanda-tanda gangguan katup jantung.(Dok. Magnific)

MASALAH pada katup jantung sering kali berkembang secara perlahan tanpa disadari oleh penderitanya. Guru Besar Kardiologi dan Aritmia Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Yoga Yuniadi, (Sp.JP(K)), mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan keluhan mini nan muncul sebelum kondisi jantung memburuk.

Dilansir dari Antara, Yoga mengatakan, gangguan pada empat katup utama jantung, trikuspid, mitral, aorta, dan pulmonal, dapat berupa penyempitan (stenosis) maupun kebocoran (regurgitasi). Berikut adalah daftar indikasi masalah katup jantung nan perlu Anda waspadai:

1. Sesak Napas

Sesak napas merupakan indikasi nan paling umum terjadi. Yoga menjelaskan bahwa pada kondisi penurunan keahlian pompa jantung nan berat (di bawah 35%), penderita biasanya sudah merasa sesak meski hanya melangkah sejauh 100 meter.

2. Cepat Lelah

Rasa capek nan tidak wajar saat melakukan aktivitas ringan bisa menjadi indikasi bahwa jantung tidak bisa memompa darah dengan efisien ke seluruh tubuh akibat adanya gangguan pada katup.

3. Kaki Bengkak

Pembengkakan pada area kaki alias tungkai sering kali berangkaian dengan kegagalan katup jantung dalam menjaga aliran darah tetap searah, sehingga memicu penumpukan cairan di jaringan tubuh.

4. Nyeri alias Ketidaknyamanan pada Dada

Munculnya rasa tertekan alias nyeri di area dada tidak selalu berfaedah serangan jantung koroner, namun bisa juga menjadi tanda adanya beban kerja berlebih pada otot jantung akibat kerusakan katup.

5. Dada Berdebar-debar

Sensasi jantung nan berdebar kencang alias tidak beraturan (palpitasi) sering menyertai masalah katup, terutama jika gangguan tersebut mulai memengaruhi ritme kelistrikan jantung.

6. Denyut Jantung Tidak Teratur

Kondisi katup nan bocor alias menyempit dapat menyebabkan perubahan struktur jantung nan memicu gangguan irama jantung alias aritmia.

Jika Anda mengalami satu alias lebih indikasi di atas, segera lakukan pemeriksaan medis untuk mendapatkan pemeriksaan nan akurat. Penanganan awal dapat mencegah kerusakan permanen pada otot jantung. (Ant/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia