6 Cara Aman Mengatasi Hidung Tersumbat pada Bayi dan Membersihkannya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
6 Cara Aman Mengatasi Hidung Tersumbat pada Bayi dan Membersihkannya Cara Aman Mengatasi Hidung Tersumbat pada Bayi.(Dok. FirstCry Parenting)

HIDUNG tersumbat pada bayi sering kali dipicu oleh jangkitan virus, udara kering, hingga alergi nan menyebabkan penumpukan lendir. Kondisi ini membikin bayi rewel lantaran gangguan pernapasan, sehingga orang tua perlu memahami metode pembersihan nan kondusif mengingat sensitivitas rongga hidung si Kecil.

Berdasarkan info nan dihimpun, terdapat enam metode kondusif untuk membersihkan hidung bayi nan dapat dilakukan di rumah:

1. Cotton Bud Khusus Bayi
Gunakan cotton bud berujung mini nan telah dibasahi air hangat untuk melunakkan kotoran kering. Namun, metode ini tidak disarankan untuk bayi di bawah usia 6 bulan alias bayi dengan lubang hidung nan sangat kecil.

2. Bulb Syringe (Bola Karet Penyedot)
Alat ini efektif untuk menyedot lendir. Caranya, remas bola karet untuk mengeluarkan udara, masukkan ujungnya ke lubang hidung secara perlahan, lampau lepaskan remasan agar lendir tersedot. Bersihkan perangkat dengan tisu dan ulangi hingga hidung bersih.

3. Nasal Spray (Semprot Hidung)
Nasal spray nan mengandung cairan saline unik bayi dapat membantu mengencerkan kotoran. Alat ini dirancang sesuai anatomi hidung bayi dan tersedia bebas di apotek.

4. Obat Tetes Hidung Saline
Cairan saline (air garam steril) adalah pilihan paling kondusif untuk melunakkan kotoran keras. Hindari penggunaan obat tetes nan mengandung dekongestan tanpa resep master untuk penggunaan sehari-hari.

5. Air Susu Ibu (ASI)
ASI dapat menjadi pengganti alami nan aman. Ibu bisa meneteskan sedikit ASI menggunakan pipet bersih alias langsung saat menyusui untuk membantu melegakan sumbatan.

6. Cuci Hidung dengan Spuit
Metode ini menggunakan spuit tanpa jarum dan cairan saline. Prosedurnya dilakukan dengan memiringkan kepala bayi dan mengalirkan cairan secara perlahan dari lubang hidung atas agar kotoran keluar melalui lubang hidung bawah.

Catatan Penting: Jika kotoran terlalu dalam, sangat keras, alias penyumbatan disertai demam dan sesak napas, segera konsultasikan dengan master ahli anak. (Hello Sehat/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia