6 Bangunan Industri di Cikupa Tangerang Terbakar, Terdengar Ledakan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Tangerang, CNN Indonesia --

Kebakaran melanda enam gedung di Kawasan Industri Cikupa Mas, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Minggu (14/6). Akibatnya, seorang pekerja mengalami luka bakar.

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, api berkobar dahsyat melahap sejumlah gedung di area tersebut. Selain itu, kepulan asap hitam tebal membubung tinggi hingga terlihat dari radius 7,5 kilometer dari letak kejadian.

Petugas pemadam kebakaran tampak sibuk berjibaku menjinakkan api nan melahap sejumlah gedung di area industri tersebut. Dalam proses pemadaman, beberapa kali terdengar bunyi ledakan dari dalam letak kebakaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komandan Pleton (Danton) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Amirudin mengatakan, titik api pertama berada di bagian belakang gedung penyimpanan pipa paralon milik PT Sanfu Plastic Indonesia.

"Karena angin kencang, api merambat keenam gedung dari tiga perusahaan nan ada di sini," ujar Amirudin di letak kejadian.

Amirudin menjelaskan, gedung nan terbakar digunakan untuk beragam aktivitas usaha, mulai dari penyimpanan pipa, produksi ikat rambut, hingga pengolahan biji plastik.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, Amirudin menyebut, pihaknya mengerahkan 10 unit armada pemadam kebakaran.

"Angin cukup kencang sehingga api sigap merambat ke gedung lain. Kendala kedua, kita kesulitan menjangkau sumber air nan sangat minim," jelas Amir.

Amirudin mengungkapkan, terdapat satu orang korban luka nan merupakan tenaga kerja PT Sanfu Plastic Indonesia. Korban terluka di bagian lengan kanan dan sekarang telah mendapatkan penanganan medis.

Hingga saat ini, petugas tetap melakukan upaya pemadaman. Sementara itu, penyebab kebakaran belum diketahui dan bakal diselidiki lebih lanjut oleh pihak kepolisian setelah penanganan di letak selesai dilakukan.

(dod/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional