Jakarta, CNBC Indonesia - Puluhan ribu pekerja nan sebelumnya direncanakan menggelar tindakan tandingan Hari Buruh alias May Day di depan DPR RI, pada akhirnya ikut berasosiasi pada May Day di Monas, Jakarta Pusat.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan, dari pekerja KSPI sendiri bakal ada 50.000 orang nan datang dalam May Day di Monas.
"Akan ada 50.000 massa pekerja KSPI dari Jabodetabek, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung Raya, dan sebagian Cirebon Raya," kata Said Iqbal dalam konvensi pers daring, Rabu (29/4/2026).
Dalam tindakan May Day ini, para pekerja bakal membawa 11 tuntutan dan harapan, di mana tuntutan dan angan tersebut bakal dibawa kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Di Monas, kami bakal bawakan 11 tuntutan dan angan kepada Presiden Prabowo, di mana ada tuntutan nan krusial nan sangat krusial bagi pekerja Indonesia kudu dijawab dan ditegaskan oleh Bapak Presiden, nan tentunya ini adalah progres alias tindak lanjut dari permintaan, harapan, dan rumor nan dibawa oleh KSPI tersebut," jelasnya.
Berikut 11 tuntutan dan angan pekerja nan bakal dibawa dalam tindakan May Day, Jumat (1/5/2026) nanti:
1. Sahkan secepatnya Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan nan baru
2. HOSTUM, Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah
3. Antisipasi potensi PHK besar-besaran akibat perang Iran vs Amerika Serikat (AS) dan Israel
4. Reformasi pajak, hapus pajak tunjangan hari raya (THR), hapus pajak agunan hari tua (JHT), hapus pajak pesangon, hapus pajak agunan pensiun, dan naikkan minimal besaran penghasilan tidak kena pajak (PTKP)
5. Sahkan RUU Perampasan Aset
6. Antisipasi PHK industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dan nikel
7. Antisipasi PHK industri semen
8. Ratifikasi konvensi ILO Nomor 190 tentang anti kekerasan kepada pekerja wanita di tempat kerja
9. Turunkan pemotongan tarif ojek online (ojol) dari 20% menjadi 10%
10. Revisi Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial nan lebih berkeadilan kepada buruh
11. Angkat pembimbing dan pekerja honorer sebagai ASN, bukan sebagai PPPK.
Said Iqbal meminta kepada pekerja nan bakal melakukan tindakan May Day untuk tertib, damai, tidak anarkis, dan tidak memakai kekerasan.
"Perlu ditegaskan dan sekaligus diimbau kepada para pekerja personil KSPI dan Partai Buruh, serta buruh-buruh lainnya di seluruh Indonesia, untuk mengikuti seremoni May Day dengan penuh sukacita dan semangat perjuangan dengan damai, wajib tertib, tidak boleh anarkis, dan tidak boleh pakai kekerasan, hormati kepentingan rakyat nan lain," tutupnya.
(dce)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·