5 Tanda Kuku Lelah Akibat Nail Art yang Terlalu Sering, Jangan Diabaikan!

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

5 Tanda Kuku Lelah Akibat Nail Art nan Terlalu Sering, Jangan Diabaikan!

Tanda Kuku Lelah Akibat Nail Art nan Terlalu Sering. (Foto: Freepik)

CAT kuku memang menjadi langkah praktis untuk mempercantik penampilan tangan. Selain membikin kuku terlihat rapi, perawatan ini juga menjadi momen relaksasi bagi banyak orang.

Tak heran, banyak orang rutin melakukan nail art setiap 2–3 minggu sekali. Namun, penggunaan cat kuku secara terus-menerus tanpa jarak dapat memengaruhi kesehatan kuku alami.

Ide Nail Art untuk Hari Valentine, Tampil Elegan di Momen Romantis

Padahal, kuku memerlukan waktu sekitar 4–6 bulan untuk tumbuh sepenuhnya dari pangkal hingga ujung. Karena itu, para mahir menyarankan untuk memberikan jarak sekitar 3–4 minggu di antara perawatan agar kuku mempunyai waktu untuk pulih.

Lalu, gimana langkah mengetahui kapan kuku perlu beristirahat dari cat kuku? Dilansir dari beragam sumber, berikut 5 tanda kuku capek akibat nail art nan terlalu sering:

1. Kuku Menjadi Tipis dan Mudah Bengkok

Jika kuku mulai terasa tipis, lentur, alias mudah patah, bisa jadi ini merupakan tanda bahwa kuku mengalami penurunan kekuatan. Penggunaan gel polish secara rutin, terutama jika dilepas dengan langkah dikelupas sendiri, dapat mengangkat lapisan kuku alami sehingga kuku menjadi lebih rapuh.

Selain itu, proses penghapusan gel menggunakan aseton juga dapat mengurangi kelembapan alami kuku jika dilakukan terlalu sering. Paparan sinar UV dari lampu pengering gel secara berulang juga berpotensi melemahkan kuku dalam jangka panjang.

2. Warna Kuku Berubah

Perubahan warna kuku menjadi kekuningan alias meninggalkan noda setelah menggunakan cat kuku berwarna gelap. Ini merupakan tanda lain nan perlu diperhatikan.

Pigmen pada cat kuku dapat meninggalkan jejak pada permukaan kuku, terutama jika tidak menggunakan base coat sebelum mengaplikasikan warna. Lapisan dasar ini berfaedah melindungi kuku sekaligus membantu cat kuku memperkuat lebih lama. Jika perubahan warna terjadi terus-menerus, sebaiknya hentikan penggunaan cat kuku untuk sementara agar kuku kembali ke warna alaminya.

3. Muncul Bercak Putih pada Permukaan Kuku

Bercak putih alias noda putih pada kuku sering kali disebabkan oleh kondisi nan dikenal sebagai keratin granulation. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, tetapi menandakan bahwa kuku mengalami dehidrasi akibat penggunaan cat kuku alias cairan pembersih berbahan aseton.

Untuk membantu memulihkan kondisi kuku, gunakan cuticle oil alias minyak kutikula secara rutin. Mengoleskan minyak kutikula dua kali sehari dapat membantu menjaga kelembapan kuku sekaligus merangsang pertumbuhan kuku nan lebih sehat.

4. Kutikula Terlihat Kering dan Mengelupas

Kutikula nan kering, pecah-pecah, alias mengelupas juga menjadi sinyal bahwa kuku memerlukan waktu untuk beristirahat. Penggunaan aseton, terlalu sering mencuci tangan, hingga pemakaian hand sanitizer secara berlebihan dapat mengurangi kelembapan kulit di sekitar kuku. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat meningkatkan akibat iritasi apalagi infeksi.

Menjaga kelembapan kutikula dengan minyak kutikula alias pelembap unik kuku dapat membantu mempercepat proses pemulihan. Kamu perlu waspada.

5. Kuku Rapuh dan Mudah Mengelupas

Kuku nan mudah pecah, terbelah, alias mengelupas menandakan struktur kuku mulai melemah. Beberapa produk cat kuku mengandung bahan kimia nan dapat memengaruhi kesehatan kuku andaikan digunakan terus-menerus tanpa jeda.

Oleh lantaran itu, sesekali biarkan kuku tampil alami. Dengan begitu, lapisan kuku mempunyai kesempatan untuk memperbaiki dirinya sendiri.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com