Niko Prayoga
, Jurnalis-Sabtu, 08 Agustus 2026 |08:05 WIB

Anak sakit. (Foto: Freepik)
PEMERIKSAAN kesehatan pada anak sering kali berfokus pada indikasi bentuk luar nan terlihat jelas. Contohnya, ruam pada kulit alias penurunan berat badan.
Padahal, pengamatan terhadap perubahan pada saluran kemih juga tidak kalah krusial. Orangtua wajib memahami bahwa perubahan karakter maupun kebiasaan buang air mini pada anak dapat menjadi sinyal awal adanya masalah kesehatan, mulai dari jangkitan saluran kemih hingga gangguan kegunaan organ dalam.

Oleh lantaran itu, mengenali kapan skrining alias tes urine perlu dilakukan menjadi langkah penemuan awal sangat penting. Hal ini diperlukan guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi dalam unggahan video di akun Instagramnya mengatakan bahwa prosedur tes medis ini sebenarnya tidak kudu dilakukan pada semua anak. Namun, wajib dilakukan jika anak mengalami beragam kondisi tertentu. Apa saja?
Berikut 5 Tanda Anak Harus Segera Jalani Pemeriksaan Urine:
1. Tiba-Tiba Demam
Salah satu tanda anak kudu segera jalani pemeriksaan urine adalah mengalami demam secara tiba-tiba. Hal ini kudu diiringi penyebab nan tidak jelas.
"Tidak semua anak perlu dilakukan pemeriksaan urine. Kapan indikasi pemeriksaan urine pada anak? nan pertama, jika anak mengalami demam dengan penyebab nan tidak jelas,” kata dr. Reza.
2. Perubahan Karakteristik Urine
Selain demam tanpa sebab, indikasi lainnya adalah perubahan dari karakter urine anak. Di antaranya, perubahan warna menjadi kemerahan, berbusa alias mengeluarkan aroma menyengat.
"Yang kedua, jika ada perubahan karakter dari urine anak, misalnya warnanya menjadi kemerahan, menjadi berbusa, alias warnanya menjadi lebih pekat alias mungkin baunya lebih menyengat,” tambah dr. Reza.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·