Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah negosiasi panjang nan alot, Amerika Serikat (AS) dan Iran akhirnya menyepakati persyaratan untuk mengakhiri perang dan membuka kembali jalur 'sakral' Selat Hormuz. Berita ini membawa angin segar bagi pasar di seluruh dunia.
Kendati demikian, pakta AS-Iran tetap menyisakan tanda tanya besar mengenai nasib Lebanon nan tetap terus digempur Israel. Keduanya juga tetap menunda pembicaraan rumit mengenai program nuklir Teheran.
Kesepakatan terbaru AS-Iran ini menandai terobosan terbesar menuju penyelesaian perang nan dimulai dengan serangan campuran AS-Israel terhadap Iran pada Februari lalu, sebelum meningkat menjadi bentrok regional nan lebih luas dan telah menewaskan ribuan orang, mengguncang pasar energi, dan memicu kekhawatiran resesi ekonomi global.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran sekarang telah selesai," tulis Presiden AS Donald Trump di platform Truth Social miliknya sekitar pukul 17.30 di Washington pada Minggu (14/6).
Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dijadwalkan bakal diteken secara resmi pada Jumat (19/6) mendatang di Swiss.
Para pemimpin di seluruh bumi menyambut pengumuman tersebut pada Senin (15/6), ketika perincian persyaratan mulai bermunculan. Meskipun teksnya belum dipublikasikan secara resmi, pengumuman kesepakatan tenteram ini jelas bermaksud menghentikan permusuhan nan meluas antara AS-Iran.
Kendati demikian, kesepakatan tenteram ini menjadi rumit bagi Israel, nan bukan bagian dari negosiasi dan telah melancarkan perang di Lebanon melawan golongan Hizbullah nan berkawan dengan Iran.
"Lebanon adalah bagian integral dari kesepakatan untuk mengakhiri perang," kata ahli bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dikutip dari Reuters, Selasa (16/6/2026).
Ia menambahkan bahwa teks kesepakatan AS-Iran menyerukan diakhirinya perang di semua lini, serta penghormatan terhadap integritas teritorial Lebanon.
Para pemimpin Kelompok 7 negara kaya, termasuk Trump, dijadwalkan tiba di sebuah resor tepi waduk di Prancis pada Senin (15/6) waktu setempat.
Lebih lengkapnya, ini 5 poin krusial nan dikatakan AS dan Iran, berbareng dengan mediator Pakistan, tentang isi kesepakatan awal nan telah mereka umumkan untuk mengakhiri perang:
Mekanisme Kesepakatan Damai AS-Iran
- Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan kedua pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen semua operasi militer.
- Semua pihak mengatakan MoU tentang penyelesaian perang bakal ditandatangani di Swiss pada Jumat (19/6). Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan MoU tersebut kemudian bakal dipublikasikan.
- Iran dan AS sama-sama mengatakan Selat Hormuz bakal mulai dibuka kembali dan blokade AS terhadap pelabuhan Iran bakal mulai dicabut segera setelah MoU ditandatangani.
- Kedua pihak mengatakan negosiasi tentang area sengketa nan lebih sulit, terutama masalah nuklir Iran dan hukuman AS terhadap Iran, bakal dilakukan selama 60 hari berikutnya.
Selat Hormuz dan Blokade Pelabuhan Iran
- Presiden AS Donald Trump mengatakan Selat Hormuz bakal dibuka kembali pada Jumat (19/6) dan dia telah memerintahkan pencabutan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
- Seorang pejabat senior Iran mengatakan selat tersebut bakal dibuka kembali "untuk semua kapal komersial" setelah MoU ditandatangani.
- Kantor buletin semi-resmi Iran, Fars, melaporkan bahwa berasas MoU tersebut, lampau lintas maritim melalui Selat Hormuz bakal diatur Iran dalam koordinasi dengan Oman.
Program Nuklir Iran
- Kedua pihak menyatakan Iran setuju untuk tidak memproduksi alias memperoleh senjata nuklir. Perlu diketahui, janji serupa telah berulang kali dibuat Teheran selama beberapa dekade.
- Seorang pejabat senior Iran mengatakan Iran bakal membekukan aktivitas nuklirnya, menahan diri dari pengayaan uranium lebih lanjut alias ekspansi akomodasi nuklir, sembari menuju penandatanganan MoU.
- Seorang pejabat senior Iran mengatakan AS telah setuju bahwa Iran dapat mengurangi persediaan uranium nan sangat diperkaya di dalam negeri berasas perjanjian komprehensif di masa mendatang.
- Trump mengatakan pada Sabtu (13/6) bahwa tidak ada urgensi untuk mengekstrak persediaan material nuklir Iran. Ia menegaskan AS bakal mengambilnya ketika kondisi sudah tenang.
- Trump mengatakan bakal ada rezim inspeksi nan kuat untuk Iran di bawah kesepakatan apa pun, tetapi dia tidak memberikan perincian spesifik.
- Senator AS Lindsey Graham mengatakan kesepakatan akhir apa pun tentang program nuklir Iran kudu ditinjau dan disetujui Kongres.
Sanksi dan Dampak Keuangan
- Pejabat senior Iran mengatakan AS setuju untuk tidak memberlakukan hukuman baru apa pun terhadap Iran sampai kesepakatan akhir tercapai.
- Mereka menambahkan AS bakal mencabut hukuman minyak terhadap Iran untuk jangka waktu tertentu. Setelah kesepakatan akhir, semua hukuman AS dan PBB bakal dicabut sesuai agenda nan disepakati.
- Pejabat senior Iran mengatakan AS setuju untuk melepaskan aset Iran nan dibekukan senilai US$25 miliar, termasuk melalui transfer tunai langsung, kerja sama antar negara regional, dan jalur angsuran keuangan.
- Washington, berkoordinasi dengan sekutu regionalnya, bakal menyiapkan rencana rekonstruksi dan pembangunan untuk Iran, nan bakal dinegosiasikan dan disepakati dengan Teheran dalam waktu 60 hari.
- Trump mengatakan Iran tidak bakal diberikan duit tunai, tetapi hukuman berpotensi dicabut.
Nasib Lebanon
- Sharif mengatakan penghentian segera dan permanen semua operasi militer bakal mencakup Lebanon.
- Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengatakan operasi militer bakal berakhir secara permanen pada Senin (15/6) malam waktu setempat, termasuk di Lebanon.
- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan kudu ada penghentian total serangan Israel terhadap Lebanon dan AS bertanggung jawab untuk menerapkan kesepakatan kerangka kerja tersebut.
- Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan militer Israel bakal tetap berada di area keamanan nan telah mereka rebut di Lebanon, Suriah, dan Gaza. Ia mengatakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menjelaskan perihal ini kepada Trump.
- Sebelum MoU diumumkan, Trump mengatakan bakal membawa perdamaian ke area itu, termasuk Lebanon. Ia mengatakan tidak boleh ada lagi serangan Israel terhadap Lebanon dan tidak ada lagi serangan oleh golongan Hizbullah Lebanon nan didukung Iran terhadap Israel.
(fab/fab)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·