5 Perkembangan Baru Perang AS-Iran, China Bakal Turun di Selat Hormuz

Sedang Trending 44 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah perkembangan terjadi mengenai perang Amerika Serikat (AS) dan Iran di Timur Tengah. Salah satunya dari pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing kemarin.

Trump mengatakan Xi bakal "turun" di Selat Hormuz, laut sempit tempat jadi pusat pelayaran minyak dunia, nan sekarang diblokade Iran lantaran perang. Sementara itu pembicaraan Israel dan Lebanon, tempat di mana Hizbullah melibatkan diri dalam perang AS-Iran, juga bakal digelar kembali.

Berikut pembaruan lengkapnya dirangkum CNBC Indonesia Jumat (15/5/2026):

1.IMF Pesimis Pertumbuhan Global

Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa gangguan nan terus bersambung akibat perang Iran membikin prospek ekonomi globalnya bergerak menuju skenario "merugikan". pertumbuhan bakal melambat dan akibat inflasi menjadi lebih besar.

Bulan lalu, laporan Prospek Ekonomi Dunia IMF memperkirakan pertumbuhan dunia bakal turun menjadi 3,1% pada tahun 2026 dalam skenario "referensi". Lembaga itu juga memperingatkan prospek nan "lebih suram" jika perang berlanjut.

Dalam skenario "buruk", di mana nilai minyak tetap tinggi untuk waktu nan lebih lama, ekspektasi inflasi menjadi kurang stabil dan kondisi finansial semakin ketat. IMF mengatakan pertumbuhan dapat melambat hingga menjadi 2,5%.

2.Xi Jinping 'Turun' di Selat Hormuz

Trump mengatakan Xi Jinping telah menawarkan support China untuk membuka Selat Hormuz. Bahkan, berjanji tidak bakal mengirim peralatan militer untuk membantu Iran dalam perangnya melawan AS dan Israel.

"Dia mengatakan dia tidak bakal memberikan peralatan militer... dia mengatakannya dengan tegas," kata Trump kepada aktivitas "Hannity" di Fox News, setelah kedua pemimpin berjumpa di Beijing.

"Dia mau memandang Selat Hormuz terbuka, dan mengatakan 'jika saya dapat membantu apa pun, saya mau membantu,'" tambah Trump.

3.Pembicaraan Baru Israel-Lebanon

Israel dan Lebanon membuka babak baru pembicaraan perdamaian di Washington mengenai gencatan senjata terbaru mereka. Israel menganggap gencatan senjata sebelumnya tetap bertindak meskipun ratusan orang tewas dalam serangan terbaru Tel Aviv.

Di lapangan, militer Israel mengatakan mereka menyerang sasaran Hizbullah di Lebanon selatan pada hari Kamis setelah memperingatkan masyarakat beberapa kota dan desa di sana dan di bagian timur negara itu untuk mengungsi. Mereka juga mengatakan sebuah drone Hizbullah jatuh di wilayah Israel, melukai beberapa penduduk sipil.

4.Kapal China Lewati Selat Hormuz

Media Iran melaporkan pada hari Kamis bahwa angkatan laut mereka telah mengizinkan sekelompok kapal China untuk melewati Selat Hormuz. China sendiri merupakan sekutu dekat Iran dan pembeli minyak utama negara itu.

"Menyusul keputusan Republik Islam, sejumlah kapal China telah diizinkan untuk melewati Selat Hormuz di bawah protokol transit nan dikelola Iran," kata instansi buletin Tasnim.

"Perjalanan tersebut, diminta oleh Beijing, dimulai pada Rabu malam setelah kesepahaman tentang protokol pengelolaan Iran," kutip AFP menjelaskan pernyataan Iran lagi.

5.Iran Kecam UEA

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh Uni Emirat Arab (UEA) memainkan peran aktif dalam perang AS-Israel melawan Iran. UEA sendiri merupakan negara Arab nan sudah resmi membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

"UEA adalah mitra aktif dalam agresi ini, dan tidak ada keraguan tentang itu," kata Araghchi saat menghadiri KTT BRICS di India.

"Juga menjadi jelas bahwa mereka berperan-serta dalam serangan ini dan apalagi mungkin bertindak langsung terhadap kita," tambahnya.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News