5 Negara Uni Eropa Ini Mau Terapkan Windfall Tax

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Lima negara Uni Eropa menyerukan pajak untung tak terduga atas untung perusahaan daya alias windfall tax sebagai reaksi terhadap kenaikan nilai bahan bakar akibat perang Iran. Hal ini disampaikan oleh menteri finansial Jerman, Italia, Spanyol, Portugal, dan Austria.

"Langkah tersebut dapat membantu mendanai support bagi konsumen dalam menghadapi nilai daya nan tinggi dan menjadi sinyal bahwa "kita berasosiasi dan bisa bertindak", kata mereka dalam surat kepada Komisi Uni Eropa, dikutip dari Reuters, Senin (27/4/2026).

"Hal itu bakal memungkinkan untuk membiayai support sementara, terutama bagi konsumen, dan mengekang inflasi nan meningkat, tanpa menambah beban pada anggaran publik," lanjut para menteri.

Kebijakan ini, menurut lima menteri tersebut, dinilai bakal mengirimkan pesan nan jelas bahwa mereka nan mendapat untung dari akibat perang kudu melakukan bagian mereka untuk meringankan beban masyarakat umum.

Harga minyak dan gas telah melonjak sejak serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, menciptakan guncangan nilai nan mirip dengan krisis daya nan dialami Eropa setelah Rusia menginvasi Ukraina pada tahun 2022 - meskipun negara-negara Uni Eropa sekarang mendapatkan lebih banyak daya dari sumber terbarukan.

Dalam surat nan ditujukan kepada Komisioner Iklim Uni Eropa Wopke Hoekstra, para menteri menunjuk pada pajak darurat serupa pada tahun 2022 untuk mengatasi nilai daya nan tinggi.

"Mengingat distorsi pasar dan hambatan fiskal saat ini, Komisi Eropa kudu segera mengembangkan instrumen kontribusi serupa di seluruh Uni Eropa nan didasarkan pada landasan norma nan kuat," tulis mereka.

Seorang ahli bicara Komisi Uni Eropa mengkonfirmasi bahwa mereka telah menerima surat tersebut dan sedang mempertimbangkan usulan ini.

"Secara umum, Komisi bekerja sama erat dengan negara-negara personil mengenai kemungkinan langkah-langkah kebijakan nan ditargetkan sebagai tanggapan terhadap krisis daya saat ini nan dihadapi Eropa," kata ahli bicara tersebut.

Surat tersebut tidak memberikan rincian tentang tingkat pajak untung tak terduga nan diusulkan para menteri, alias perusahaan mana nan kudu dikenai pajak tersebut.

Asosiasi Bahan Bakar dan Energi Jerman, nan mewakili kilang minyak dan SPBU, mengatakan kesan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut mengambil untung secara tidak setara adalah tidak jeli dan tidak ada pembenaran untuk pajak untung tak terduga.

"Tujuan utama kami adalah untuk mempertahankan pasokan bahan bakar dan bahan bakar kendaraan bermotor di Jerman dalam kondisi nan semakin sulit," kata asosiasi tersebut dalam pernyataan nan dikirim melalui email.

Kepala daya blok tersebut mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk menghidupkan kembali langkah-langkah krisis daya nan digunakan pada tahun 2022, termasuk proposal untuk membatasi tarif jaringan dan pajak listrik.

Uni Eropa memperkenalkan serangkaian kebijakan darurat pada tahun 2022, setelah Rusia memangkas pengiriman gas. Kebijakan tersebut termasuk pembatasan nilai gas di seluruh Uni Eropa, pajak atas untung tak terduga perusahaan energi, dan sasaran untuk membatasi permintaan gas.

Ketergantungan Eropa nan besar pada bahan bakar impor membuatnya rentan terhadap akibat bentrok Timur Tengah terhadap nilai daya global. Harga gas di Eropa telah naik lebih dari 70% sejak perang AS-Israel dengan Iran dimulai pada 28 Februari.

Komisaris Energi Uni Eropa, Dan Jorgensen, mengatakan pihaknya sangat prihatin dalam jangka pendek tentang pasokan produk minyak bumi olahan seperti bahan bakar jet dan diesel ke Eropa.

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News