Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT) usai diguncang gempa M 7,7. Beragam momen terjadi saat kunjungan Prabowo ke lokasi.
Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi keahlian seluruh jajarannya dalam percepatan penanganan gempa M 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Prabowo mengungkap argumen dirinya sengaja tidak langsung meninjau letak musibah saat awal-awal kejadian.
"Sampaikan terima kasih saya atas nama pemerintah pusat kepada Saudara-saudara sekalian semuanya nan telah bekerja sangat keras, reaksi cepat," kata Prabowo dalam rapat koordinasi penanganan musibah gempa NTT di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo mengungkapkan dirinya tak langsung mengecek letak pascagempa M 7,7 agar tak memecah konsentrasi keahlian jajarannya untuk melayani para penduduk terdampak. Menurutnya, kedatangannya ke letak gempa dapat memecah konsentrasi jejeran untuk menyambut dirinya.
"Memang sengaja di awal-awal saya tidak mau datang, lantaran saya mau beri kesempatan semua lembaga untuk melayani rakyat langsung. Karena kadang-kadang jika terlalu banyak pejabat pusat datang, terpecah konsentrasi. Jadi pejabat wilayah kudu menjemput dan sebagainya," ujarnya.
Pimpin Rapat Penanganan Bencana
Pantauan detikcom, Rabu (26/8/2026), Presiden Prabowo Subianto naik helikopter dari Bandara Internasional Komodo menuju helipad Batalyon Yonif TP 834/WMN, Kabupaten Nagekeo.
Prabowo dalam rapat koordinasi penanganan musibah gempa NTT di Nagekeo, NTT, Foto: Firda Cynthia Anggrainy/detikcom
Prabowo dan rombongan kemudian bergerak ke tenda. Prabowo menyalami sejumlah pejabat, kemudian rapat dibuka oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
"Yang terhormat Bapak Presiden, hari ini, Rabu, 26 Agustus 2026, di posko penanganan gempa bumi Nusa Tenggara Timur bertempat di Batalyon Yonif TP 834, Nagekeo," kata Teddy membuka rapat.
Adapun pejabat nan datang antara lain Mendagri Tito Karnavian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mensesneg Prasetyo Hadi, Wakil Panglima TNI Jendral Tandyo Budi Revita, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BNPB Letjen Suharyanto, dan Gubernur NTT Melkiades Laka Lena.
Cek Posko Pengungsian
Presiden Prabowo juga mengecek langsung posko pengungsian gempa M 7 di Nagekeo, NTT. Kedatangan Prabowo disambut para korban gempa di tenda, termasuk anak-anak.
Pantauan detikcom, Rabu (26/8/2026), Prabowo tiba di posko pengungsian pada pukul 15.10 Wita. Prabowo mengenakan baju safari dengan topi biru.
Para pengungsi keluar dari tenda memandang langsung kehadiran Prabowo. Prabowo langsung mengecek sumber air bersih, water treatment, hingga dapur umum di area posko.
Presiden Prabowo Subianto mengecek langsung posko pengungsian gempa M 7,7 di Nagekeo, NTT, Rabu (25/8/2026). Foto: Firda Cynthia Anggraini/detikcom.
Di letak pengungsian, Prabowo berkeliling untuk memandang sumber air bersih, water treatment, hingga tenda tempat para pengungsi tidur. Dia juga menyapa para petugas, baik TNI dan Polri nan bekerja di lokasi.
Turut mendampingi kunjungan Prabowo antara lain Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mendagri Tito Karnavian, Menteri PU Dody Hanggodo, Seskab Teddy Indra Wijaya, dan Kapolri Jenderal Sigit Prabowo.
Sampaikan Bela Sungkawa
Presiden Prabowo Subianto menemui langsung para korban gempa M 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Prabowo mengucapkan belasungkawa di hadapan penduduk terdampak gempa di posko pengungsian.
"Bapak-bapak, Ibu-ibu, anak-anakku sekalian, saya datang ke sini dengan beberapa pejabat, dengan para menteri, Kapolri, Wakil Panglima TNI, Gubernur, Bupati Pak Simplisius, Panglima Kodam, Kapolda, pejabat-pejabat di sini datang juga. Gubernur NTT, Menteri ESDM, Menteri Sekretaris Negara, kemudian Sekretaris Kabinet," sapa Prabowo di hadapan para penduduk di posko pengungsian gempa, Lapangan Berdikari, Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026).
Prabowo menyampaikan kedatangannya untuk mengecek langsung penanganan penduduk terdampak gempa NTT. Dia pun mengucapkan belasungkawa kepada para korban nan kehilangan personil keluarga.
"Saya datang untuk memandang langkah-langkah nan sudah diambil dan saya menyampaikan kepada seluruh rakyat Flores, daerah-daerah nan kena bencana, ucapan belasungkawa saya, mereka nan kehilangan keluarganya," ujarnya.
Prabowo memastikan pemerintah pusat terus mengutamakan kebutuhan penduduk terdampak dengan mengerahkan support dan mengatasi masalah akibat bencana.
"Dan juga saya sampaikan bahwa pemerintah pusat terus-menerus memantau dan terus-menerus melakukan langkah-langkah mengirim support menyiapkan semuanya untuk mengatasi kesulitan ini," kata Prabowo.
Pemerintah, kata Prabowo, juga bakal segera membuka sekolah bagi para anak korban gempa. Sekolah sementara bakal dilakukan di tenda demi keamanan.
"Ini masalah alam kita waspadai, kita belajar dan kita ambil langkah-langkah persiapan. Sudah kita siapkan perbaikan-perbaikan, langkah-langkah sementara agar sekolah bisa segera buka, bisa segera kita jalankan, mungkin untuk keamanan sekolah-sekolah mungkin di tenda dulu," kata dia.
"Menurut para mahir kita butuh kurang lebih, sabar, mungkin maksimal tiga minggu lagi baru lewat aman. Baru kita mulai bangun hunian-hunian sementara dan perbaikan rumah-rumah dan sebagainya. Jadi percayalah pemerintah tidak bakal membiarkan Saudara sendiri kita datang dan kita bakal terus membantu Saudara-saudara," lanjutnya.
Bincang-bincang dengan Warga
Presiden Prabowo Subianto mengaku pernah tinggal di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat masa muda. Dia sempat menyinggung rakyat di NTT tak jarang membuka lahan dengan membakar hutan.
Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat koordinasi penanganan gempa nan digelar di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026).
"Masalah di sini adalah, masalah bahwa pohon-pohon banyak berkurang. Kalau tidak salah juga dari dulu ya, rakyat di sini juga banyak bakar rimba ya. Benar kan? Benar, saya hafal, saya tahu," kata Prabowo.
Prabowo mengungkapkan pernah tinggal lama di NTT semasa mudanya. Menurut dia, persoalan itu perlu diatasi dengan mengedukasi rakyat agar kebakaran rimba dapat dihindari.
"Saya waktu muda juga lama di daerah-daerah sini ya. Masalahnya itu. Jadi rakyat kita kudu dikasih pendidikan ya. Buka lahan, tidak boleh dengan bakar-bakar. Tapi oke lah, itu memang masalah. Di sini dulu daerahnya ini lebat," ujarnya.
Presiden Prabowo Subianto memeluk seorang anak di letak pengungsian korban gempa NTT di Nagekeo, Rabu (26/8/2026). Foto: Yufengki Bria/detikBali
Masih dalam rapat itu, dia kembali menyinggung persoalan nan tetap ada di NTT adalah pembakaran lahan juga dilakukan untuk keperluan berburu. Gubernur NTT Melkiades Laka Lena nan ada di rapat turut membenarkan pernyataan Prabowo.
"Jadi terima kasih masukan saudara, sebaliknya saya juga menyampaikan. Karena nan tadi saya bilang, saya juga tahu budaya-budaya wilayah sini. Buka lahan, bakar. Kadang-kadang berburu, bakar. Benarkah? Betul?" kata Prabowo.
"Benar, benar," jawab Melki.
Prabowo menegaskan pemerintahannya bakal mengubah perihal itu. Dia pun mengungkit wilayah NTT nan dikenal dengan banyaknya pohon Cendana.
"Okelah nggak apa-apa, ini kita ubah, kita berani. Ini wilayah nan paling terkenal, Cendana dari wilayah sini. Benar ya? Seluruh bumi nyari Cendana. Ini wilayah sangat potensial, daerah-daerah Indonesia sangat potensial," ujar dia.
Canda Prabowo dengan Bocah di NTT
Momen banyolan terjadi pada saat Presiden Prabowo Subianto mengobrol dengan sejumlah anak di posko pengungsian korban gempa M 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejumlah anak di letak pengungsian sempat meniru joget 'Oke Gas' unik Prabowo saat kampanye Pilpres 2024.
Momen itu terjadi saat Prabowo ke letak pengungsian di Lapangan Berdikari, Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026). Pada saat itu, Prabowo sedang mengecek dapur umum kemudian memandang anak-anak berkumpul di sebelahnya.
"Kok kenal saya, sih?" tanya Prabowo sembari menyalami bocah-bocah tersebut.
Momen banyolan terjadi pada saat Prabowo Subianto mengobrol dengan sejumlah anak di posko pengungsian korban gempa M 7,7 NTT. Sejumlah anak meniru joget 'Oke Gas' unik Prabowo. Foto: (Dok. YouTube Setpres)
Sejumlah anak tersebut tampak senang saat diajak berbincang oleh Prabowo. Mereka pun meminta Prabowo berjoget 'Oke Gas' seraya meniru gerakannya.
"Oke gas, oke gas," celetuk seorang anak sembari menyalami Prabowo.
"Pak Prabowo goyang-goyang, goyang-goyang," ucap seorang anak lain di hadapan Prabowo.
Prabowo membalas tingkah anak itu dengan mencolek perutnya. Prabowo kemudian lanjut melangkah memasuki tenda dapur umum.
"Yang dia inget oke gas," ucap Prabowo ke kepala wilayah nan mendampinginya seraya tertawa.
(wnv/wnv)
13 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·