Ilustrasi(magnifik)
GINJAL bekerja tanpa henti untuk menyaring darah, membuang limbah melalui urine, sekaligus menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Namun, kebiasaan sehari-hari nan terlihat sederhana rupanya dapat membikin kerja organ ini semakin berat jika dilakukan terus-menerus.
Dalam tulisan kesehatannya, Alodokter mengingatkan sejumlah kebiasaan nan perlu diperhatikan, mulai dari kurang minum hingga terlalu banyak mengonsumsi garam dan gula.
Kurang Minum hingga Terlalu Sering Menahan Urine
Kurang mengonsumsi air putih dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi dan membikin urine menjadi lebih pekat. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan akibat batu ginjal dan jangkitan saluran kemih. Selain itu, kebiasaan menahan buang air mini terlalu lama juga sebaiknya dihindari lantaran dapat mengganggu pengosongan urine dan meningkatkan akibat masalah pada saluran kemih.
Temuan mengenai pentingnya menjaga asupan cairan juga didukung penelitian nan dipublikasikan di PLOS ONE. Dalam studi terhadap lebih dari 12 ribu orang, Akira Yamada dan rekan-rekannya menemukan bahwa kadar natrium serum dan osmolaritas nan lebih tinggi berangkaian dengan peningkatan akibat penyakit ginjal kronis. Peneliti menyebut pembatasan garam dan pencegahan dehidrasi sebagai langkah nan berpotensi membantu menurunkan akibat tersebut.
Garam, Gula, dan Rokok Juga Perlu Diwaspadai
Pola makan tinggi garam dapat meningkatkan tekanan darah, sementara konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan akibat diabetes. Kedua kondisi tersebut pada akhirnya dapat berakibat terhadap kesehatan ginjal. Alodokter juga memasukkan kebiasaan merokok sebagai salah satu aspek nan perlu dihentikan lantaran dapat mengganggu pembuluh darah dan kegunaan ginjal.
Hal ini sejalan dengan systematic review dan meta-analysis nan dilakukan Jacqueline P. Kelly dan tim. Dari 104 penelitian dengan lebih dari 2,7 juta peserta, mereka menemukan bahwa konsumsi garam nan lebih tinggi berangkaian dengan peningkatan kesempatan penyakit ginjal kronis. Sebaliknya, aktivitas bentuk dan konsumsi sayuran lebih tinggi berangkaian dengan akibat nan lebih rendah.
Hati-hati Mengonsumsi Obat
Kebiasaan lain nan sering luput adalah penggunaan obat pereda nyeri secara berlebihan. Penelitian sistematis terbaru terhadap 40 studi dan lebih dari 1,75 juta peserta menemukan adanya hubungan antara penggunaan NSAID jangka panjang dan kejadian maupun perkembangan penyakit ginjal kronis. Risiko tersebut apalagi lebih tinggi pada orang nan sudah mempunyai penyakit ginjal.
Karena itu, menjaga ginjal tidak kudu dimulai dari perubahan besar. Cukupi kebutuhan cairan, batasi garam dan gula, aktif bergerak, hindari rokok, serta gunakan obat sesuai aturan. Kebiasaan mini nan dilakukan konsisten dapat menjadi bagian krusial dalam menjaga kegunaan ginjal dalam jangka panjang.
Sumber: Alodokter, Plos One
English (US) ·
Indonesian (ID) ·