Jakarta -
Sejumlah wanita Indonesia sukses menembbus kekuasaan laki-laki dan menjadi sosok orang terkaya di Indonesia. Dalam daftar 50 orang paling tajir di Tanah Air, setidaknya terdapat lima Kartini masa sekarang nan mempunyai kekayaan kekayaan mentereng dari beragam sektor upaya nan dijalaninya.
Perempuan-perempuan ini menekuni upaya mulai dari sektor pertambangan, energi, hingga teknologi. Berikut detikcom rangkum lima Kartini terkaya jenis Forbes.
Marina Budiman
Marina Budiman menjadi salah satu sosok paling menonjol di industri teknologi Tanah Air. Ia merupakan co-founder dan President Commissioner DCI Indonesia, perusahaan info center nan didirikannya berbareng Otto Toto Sugiri dan Han Arming Hanafia pada 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga sempat bekerja dengan Sugiri di Bank Bali pada 1985 dan berasosiasi dengan perusahaan IT Sigma Cipta Caraka pada 1989. Marina tercatat ikut mendirikan Indonet, penyedia jasa internet pertama di Indonesia, pada 1994.
Dengan kekayaan bersih mencapai US$ 8,2 miliar alias sekitar Rp 140,51 triliun (kurs Rp 17.136/dolar AS), Marina menempati posisi ke-8 sebagai orang terkaya di Indonesia dan menjadi satu-satunya wanita nan sukses masuk 10 besar dari daftar tersebut.
Dewi Kam
Dewi Kam dikenal sebagai salah satu pemain krusial di sektor daya Indonesia. Pada tahun-tahun sebelumnya, dia juga sempat masuk 10 besar daftar 50 orang terkaya di Indonesia jenis Forbes, sebelum posisi tersebut ditempati Marina.
Dewi merupakan pengusaha dan pemilik saham perusahaan tambang batu bara PT Bayan Resources Tbk. Perusahaan ini merupakan produsen batu bara terbesar ketiga di Indonesia berasas volume penjualan.
Tidak hanya di pertambangan, Dewi juga bergerak dalam pembangunan pembangkit listrik. Berkat itu, dia diperkirakan mengantongi kekayaan bersih sekitar US$ 4,3 miliar alias Rp 73,68 triliun, sehingga berada di posisi ke-17 orang terkaya di Indonesia.
Arini Subianto
Arini menduduki urutan ke-33 dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia jenis Forbes. Perempuan berjulukan komplit Arini Saraswaty Subianto ini merupakan anak dari mendiang taipan Tanah Air, Benny Subianto, nan wafat pada Januari 2017.
Arini nan lahir pada 1970 meneruskan upaya ayahnya dan sekarang menjabat sebagai Direktur Utama Persada Capital Investama, perusahaan induk. Di bawah kepemimpinannya, portofolio perusahaan berkembang di beragam bidang, mulai dari produk pengolahan kayu dan minyak sawit hingga pengolahan karet dan batu bara.
Berkat itu, Forbes mencatat kekayaan Arini saat ini mencapai US$ 2,4 miliar alias setara Rp 41,12 triliun.
Jenny Quantero
Jenny berbareng suaminya, Engki Wibowo, meraih kekayaan dari perusahaan batu bara PT Bayan Resources. Keduanya diketahui membantu Low Tuck Kwong mendirikan perusahaan tersebut pada 2004.
Jenny juga merupakan pemegang saham dan menjabat sebagai Direktur PT Bayan Resources sejak 2004. Ia kemudian merangkap kedudukan sebagai sekretaris perusahaan sejak 2008.
Pada tahun nan sama, Bayan Resources melakukan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Kenaikan nilai saham perusahaan sejak melantai di bursa inilah nan turut mengerek kekayaan bersih Jenny.
Dalam daftar Forbes, Jenny dan suaminya menempati posisi ke-41 orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan sekitar US$ 1,4 miliar alias kurang lebih Rp 23,99 triliun.
Hartati Murdaya
Hartati Murdaya merupakan Direktur Utama Central Cipta Murdaya, perusahaan nan dia dirikan berbareng mendiang suaminya, Murdaya Poo, nan meninggal pada April 2025 di usia 84 tahun.
Central Cipta Murdaya mempunyai investasi di bagian teknik, IT, kelapa sawit, dan kayu lapis. Selain itu, perusahaan ini juga menjadi pemilik Jakarta International Expo, salah satu pusat konvensi terbesar di Jakarta.
Tak hanya itu, Hartati juga mempunyai saham besar di perusahaan developer properti nan terdaftar di bursa, Metropolitan Kentjana, di mana dia dan keempat anaknya duduk di majelis direksi.
Berkat itu, dia sekarang berada di posisi ke-44 dari 50 orang terkaya di Indonesia, dengan total kekayaan sekitar US$ 1,25 miliar alias Rp 21,41 triliun.
(igo/fdl)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·