5 Kapal Perdana Lolos Lewati Blokade Selat Hormuz

Sedang Trending 3 hari yang lalu
5 Kapal Perdana Lolos Lewati Blokade Selat Hormuz Selat Hormuz mulai kembali beraktivitas. Media Iran melaporkan tiga tanker minyak dan dua kapal kargo sukses melintasi jalur nan sebelumnya diblokade ketat.(AFP)

AKTIVITAS pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan mulai bergerak kembali setelah Amerika Serikat dan Iran mengumumkan kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Media Iran melaporkan pada Senin malam waktu setempat bahwa tiga tanker minyak dan dua kapal kargo pembawa peralatan telah sukses melewati area perairan nan sebelumnya menjadi sasaran blokade angkatan laut AS.

Perkembangan di lapangan ini sejalan dengan pernyataan Presiden AS, Donald Trump, nan menyebut bahwa jalur logistik daya vital bumi tersebut bakal "terbuka sepenuhnya" pada hari Jumat pekan ini.

"Kapal-kapal mulai bergerak, banyak nan memuat minyak, keluar dari Selat Hormuz," ujar Trump, seraya menambahkan bahwa dirinya tidak "berpikir kita bakal memerlukan banyak bantuan" untuk menjaga jalur perairan tersebut tetap terbuka.

Pembukaan kembali salah satu titik penyumbat (chokepoint) daya terpenting bumi ini menjadi titik terang untuk mengakhiri bentrok mematikan dan kemelut ekonomi global, nan pertama kali dipicu oleh serangan AS-Israel ke Iran pada akhir Februari lalu. Sejak awal perang, Iran telah memblokade selat tersebut hingga melambungkan nilai minyak dunia. Langkah itu kemudian dibalas AS dengan memblokir seluruh pengiriman komersial dari dan menuju pelabuhan-pelabuhan Iran.

Pihak AS, Iran, dan Pakistan selaku mediator menyatakan bahwa perjanjian tenteram tersebut bakal ditandatangani secara bentuk pada hari Jumat di Swiss. Kendati demikian, pejabat senior pemerintah AS membocorkan bahwa Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf sebenarnya telah menandatangani draf arsip secara elektronik.

"Presiden mau menandatanganinya secara pribadi lantaran beliau mau menunjukkan... dedikasinya untuk membawa perihal ini menuju penyelesaian nan sukses," ungkap pejabat tersebut.

Saat ditanya di sela-sela KTT G7 di Prancis mengenai waktu perilisan draf kesepakatan ke publik, Trump menjawab: "Ini adalah arsip nan sangat kuat, dan saya mau arsip ini dirilis. Jadi mungkin dalam waktu dekat."

Di kubu Teheran, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyatakan kesepakatan ini membawa "akhir segera" bagi perang, dengan negosiasi lanjutan menuju "perjanjian final" nan bakal digelar dalam tempo dua bulan. Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menyebutnya sebagai "pencapaian besar" bagi kawasan.

Namun, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memilih untuk bersikap lebih realistis dan waspada dalam menanggapi kepatuhan AS di masa depan.

"Kita mempunyai sejarah komitmen nan dilanggar," kata Araghchi. "Kita mempunyai sejarah perjanjian nan dirobek. Semua ini ada dalam pikiran kami." (The Guardian/AFP/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia