5 Fenomena Langit Menarik yang Bisa Diamati Sepanjang Juni 2026

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
5 Fenomena Langit Menarik nan Bisa Diamati Sepanjang Juni 2026 Potret Venus, Jupiter, dan Merkurius tampak berdekatan di ufuk barat setelah Matahari terbenam.(Doc the weather network)

BULAN Juni 2026 menghadirkan sejumlah fenomena astronomi menarik nan dapat diamati oleh masyarakat.

Mulai dari pertemuan planet-planet terang hingga kemunculan micromoon, berikut daftar peristiwa langit nan patut dinantikan sepanjang bulan ini.

1. 9 Juni 2026 – Konjungsi Venus dan Jupiter

Venus dan Jupiter bakal tampak sangat berdekatan di langit barat setelah Matahari terbenam. Kedua planet terang ini dapat diamati dengan mata bugil dan menjadi salah satu kejadian paling menarik pada awal Juni.

2. 11–18 Juni 2026 – Parade Planet

Merkurius, Venus, dan Jupiter bakal terlihat menghiasi langit senja. Ketiga planet tersebut tampak berbanjar dari perspektif pengamat di Bumi sehingga sering disebut sebagai parade planet. Fenomena ini paling baik diamati dari letak dengan horizon barat nan terbuka.

3. 15 Juni 2026 – Bulan Baru

Fase Bulan Baru membikin langit malam menjadi lebih gelap lantaran minim sinar Bulan. Kondisi ini ideal untuk mengawasi objek langit redup seperti gugus bintang, nebula, dan jalur Bimasakti.

4. 21 Juni 2026 – Solstis Juni

Solstis Juni menandai awal musim panas astronomi di Belahan Bumi Utara dan awal musim dingin astronomi di Belahan Bumi Selatan. Pada hari ini, Matahari mencapai titik paling utara dalam pergerakan tahunannya.

5. 29 Juni 2026 – Strawberry Moon dan Micromoon

Bulan purnama Juni dikenal dengan julukan Strawberry Moon. Tahun ini, purnama tersebut juga berstatus micromoon lantaran terjadi saat Bulan berada dekat titik terjauhnya dari Bumi. Akibatnya, ukuran tampak Bulan sedikit lebih mini dibandingkan purnama rata-rata.

Para astronom menyarankan pengamatan dilakukan dari letak nan minim polusi sinar agar fenomena-fenomena tersebut dapat terlihat lebih jelas. Sebagian besar peristiwa langit sepanjang Juni 2026 juga tidak memerlukan teleskop sehingga dapat dinikmati langsung dengan mata telanjang.

Sumber: NASA Science, Time and Date, International Astronomical Union, EarthSky, Sky & Telescope.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia