
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung Resmi Dilantik. (Foto: Okezone.com/IMG)
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Juda Agung menjadi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026. Juda Agung menggantikan Thomas Djiwandono nan terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Juda Agung diangkat berasas Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 3/M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Masa Jabatan Tahun 2024–2029.
Berikut fakta-fakta menarik mengenai dilantiknya Juda Agung menjadi Wamenkeu, Sabtu (7/2/2026):
1. Juda Akui Diminta Jadi Wamenkeu
Juda Agung mengakui dirinya mengundurkan diri sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) lantaran diminta untuk menjadi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu).
Penegasan itu diungkapkan Juda usai dilantik Presiden Prabowo Subianto menjadi Wamenkeu menggantikan Thomas Djiwandono nan saat ini menjadi Deputi Gubernur BI.
"Alasan pengunduran diri jelas, lantaran saya ditugaskan sebagai Wakil Menteri Keuangan. Tentu saja tidak bisa merangkap sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, dua otoritas nan berbeda," ujar Juda.
2. Juda Agung Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter
Mantan petinggi Bank Indonesia ini menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter sebagai mandat utama dari Kepala Negara.
Penyambutan nan digelar di Lobi Gedung Juanda I ini menandai transisi Juda dari "Thamrin" (Bank Indonesia) ke "Lapangan Banteng" (Kementerian Keuangan). Meski beranjak instansi, Juda mengaku tidak merasa asing dengan lingkungan barunya.
"Tentu saja, pindah dari Thamrin ke Lapangan Banteng tetap sesuatu nan baru bagi saya. Tetapi sebenarnya, jika memandang wajah-wajah eselon I dan eselon II ini, wajah-wajah familiar bagi saya," ungkap Juda.
3. Harapan Menko Airlangga
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut baik penunjukan tersebut. Menurutnya, latar belakang Juda nan merupakan bankir senior di BI bakal membawa perspektif baru nan krusial bagi kebijakan finansial negara.
Airlangga menekankan bahwa kehadiran Juda di Kementerian Keuangan diharapkan bisa mempererat hubungan antara kebijakan fiskal nan dikelola pemerintah dan kebijakan moneter nan dijalankan oleh Bank Indonesia.
"Harapannya mungkin sinkronisasi fiskal moneter bakal semakin baik," ujar Airlangga.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·