5 Daftar Perompak yang Paling Kejam dan Ditakuti di Dunia

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

5 Daftar Perompak nan Paling Kejam dan Ditakuti di Dunia

5 Daftar Perompak nan Paling Kejam dan Ditakuti di Dunia

JAKARTA - Lima daftar perompak yang paling sadis dan ditakuti di dunia, bakal diulas komplit dalam tulisan Okezone, Sabtu (10/10/2026). Sejak era Romawi, Cicero sudah menyebut perompak sebagai musuh berbareng bagi semua orang, pendapat nan kelak berkembang menjadi julukan “musuh seluruh umat manusia” dalam norma pembajakan laut.

Lantas, siapa saja perompak yang paling sadis dan ditakuti di dunia? Simak daftarnya berikut ini dilansir beragam sumber.

1.Blackbeard (Edward Teach)

Nama Blackbeard nyaris identik dengan perompak, tetapi asal-usulnya penuh tanda tanya. Menurut Britannica, nama aslinya mungkin tidak bakal pernah diketahui lantaran perompak kala itu lazim memakai nama samaran. Ia baru tercatat sebagai perompak pada akhir 1716. Dalam kitab A General History of the Pyrates (1724), Charles Johnson menulis bahwa julukan Blackbeard berasal dari rambut dan janggutnya nan lebat menutupi seluruh wajah.

Menariknya, reputasi itu tidak sepenuhnya sejalan dengan catatan kekerasannya. Ulasan EBSCO Research Starters menyebut Blackbeard mahir perang psikologis dan tidak sekejam kebanyakan perompak. Bahkan, tidak ada catatan bahwa dia membunuh seseorang sebelum pertempuran terakhirnya. Pertempuran itu terjadi pada 22 November 1718 di Ocracoke, North Carolina, ketika pasukan Angkatan Laut Inggris di bawah Letnan Robert Maynard menewaskannya. Menurut Britannica, kepala Blackbeard dipenggal dan dipasang di ujung tiang hadapan kapal.

2. Bartholomew Roberts (Black Bart)

Kalau diukur berasas jumlah kapal nan sukses direbut, tidak ada perompak nan dapat menandingi Roberts.

The Canadian Encyclopedia mencatat bahwa perompak asal Wales ini lahir sekitar tahun 1682 dan baru berasosiasi dengan para perompak pada Februari 1720, saat kapal tempatnya bekerja direbut golongan Howell Davis, meski tidak diketahui pasti apakah dia ikut secara sukarela alias dipaksa. Setelah itu, dia merebut lebih dari 400 kapal di lepas pantai Afrika, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. Royal Museums Greenwich menyebut tingkat keberhasilannya jauh melampaui perompak lain pada zamannya.

Roberts juga lihai dalam menghindari kejaran. Ia menyerang satu pesisir, lampau menyeberangi samudra untuk menyerang pesisir lain.

Kapal besar, bendera hitam, genderang dan terompetnya kerap cukup untuk membikin korban menyerah tanpa tembakan. Kisah kekejamannya antara lain bahwa dia pernah menangkap gubernur Martinik dan menggantungnya di tiang layar. Roberts tewas pada 10 Februari 1722 di Guinea, Afrika Barat.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑