419 Siswa MPLS di Sekolah Rakyat Deli Serdang, Awal Cetak Generasi Emas

Sedang Trending 5 jam yang lalu

, DELI SERDANG, – Sebanyak 419 siswa resmi mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Deli Serdang, Desa Tandam Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak, Sumatera Utara. Kegiatan ini menandai dimulainya aktivitas belajar dan masuk pondok di sekolah berasrama tersebut.

Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, menyatakan support penuh terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Menurutnya, ini adalah upaya strategis membuka akses pendidikan nan lebih baik bagi anak-anak dari family kurang mampu.

Selain menyediakan lahan untuk pembangunan sekolah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang juga aktif menjangkau dan meyakinkan para orang tua. Tujuannya agar mereka memberikan kesempatan kepada anak-anaknya untuk menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

“Harapan kami, Sekolah Rakyat menjadi jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan dan ketertinggalan pendidikan. Semua anak nan ada di sini adalah anak-anak nan mau maju. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi emas Indonesia, khususnya di Kabupaten Deli Serdang,” ujar Asri Ludin Tambunan di Lubuk Pakam, Sabtu.

Asrama sebagai Ruang Pembinaan Karakter

Bupati mengaku terharu mendengar angan para orang tua nan bangga memandang anak-anak mereka mengenakan seragam dan belajar di lingkungan nan layak. Ia menekankan bahwa keberadaan pondok bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang pembinaan karakter dan masa depan anak.

“Kepada orang tua, jangan ragu melepas anak-anak untuk belajar di Sekolah Rakyat. Ini bukan tempat penitipan anak, tetapi tempat mereka ditempa menjadi pribadi nan berilmu, berbudi pekerti dan jalan menggapai cita-cita,” tegasnya.

Sebagai corak support konkret kepada family siswa, Bupati juga meminta para camat untuk mendata orang tua peserta didik nan berasal dari golongan desil 1 dan 2. Bagi family nan memenuhi persyaratan manajemen kepemilikan lahan, Pemkab bakal mengupayakan program bedah rumah.

Layanan Pendidikan Setara Tanpa Batasan Usia

Kepala SRT 1 Deli Serdang, Leni Lasmaria, menjelaskan bahwa sekolah ini merupakan pengembangan dari Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) nan sebelumnya beraksi di Sentra Insyaf Medan, Lau Bakeri, Kecamatan Kutalimbaru. Kini, sekolah tersebut berkembang menjadi Sekolah Rakyat Terintegrasi nan melayani jenjang SD, SMP, dan SMA.

Seluruh siswa nan sebelumnya berada di Kutalimbaru bakal berasosiasi dengan SRT di Hamparan Perak. Leni menegaskan bahwa seluruh peserta didik adalah prioritas utama nan dipercayakan kepada tenaga pendidik untuk didampingi, dididik, dan dilindungi.

Sekolah menerapkan kurikulum nan sama dengan sekolah umum di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta memberlakukan sistem penyetaraan. “Di Sekolah Rakyat tidak ada perundungan, tidak ada intoleransi dan tidak ada kekerasan fisik. Tidak ada juga batas usia. Jadi jika ada nan masuk SD di usia 11 tahun, tidak masalah. Begitupun anak ibu bapak nan berumur 20 tahun juga bisa masuk sekolah rakyat, tetap diterima dan kelak bakal ada penyetaraan,” paparnya.

Meski melayani peserta didik dari seluruh Kabupaten Deli Serdang, keberadaan sekolah ini diharapkan menjadi pusat lahirnya sumber daya manusia unggul. Sekolah ini juga diharapkan memberikan akibat positif bagi perkembangan dan kemajuan Kecamatan Hamparan Perak. “Kami juga berterima kasih kepada bupati, karena SRT 1 Deli Serdang ini adalah sekolah rakyat terbesar ketiga di Indonesia apalagi kami punya lapangan bola berstandar nan bisa mendukung talenta dan tentunya menjadi kebanggaan bagi kami di sekolah ini,” kata Leni.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional