Feby Novalius
, Jurnalis-Sabtu, 06 Juni 2026 |19:03 WIB

Perluasan inklusi keuangan, pemberdayaan UMKM, akses pembiayaan perumahan, serta penguatan suasana investasi. (foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA – Bank Jakarta menyiapkan empat strategi utama untuk mendukung transformasi Jakarta sebagai kota dengan sistem finansial nan lebih inklusif dan terkoneksi. Strategi tersebut mencakup ekspansi inklusi keuangan, pemberdayaan UMKM, akses pembiayaan perumahan, serta penguatan suasana investasi.
Direktur Utama Agus H Widodo menegaskan peran Bank Jakarta sebagai penghubung beragam komponen pembangunan kota melalui sistem finansial nan inklusif dan berkelanjutan.
Menurut Agus, gambaran Jakarta masa depan tidak hanya diukur dari keberadaan gedung pencakar langit, jaringan transportasi modern, alias teknologi kepintaran buatan nan semakin berkembang. Lebih dari itu, kota masa depan kudu bisa membangun keterhubungan antarpemangku kepentingan di dalamnya.
“Jakarta tidak kekurangan gedung, jalan, maupun teknologi. nan tetap perlu diperkuat adalah keterhubungan antara penduduk dengan layanan, UMKM dengan pasar, penanammodal dengan peluang, serta pemerintah dengan masyarakat,” ujar Agus di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Dia menjelaskan, jika MRT Jakarta berkedudukan sebagai Mobility Operating System, sementara Transjakarta menjadi platform mobilitas publik dan PAM Jaya mengelola sistem jasa air, maka Bank Jakarta mau menjadi Financial Operating System bagi Jakarta.
Dalam mewujudkan visi tersebut, Bank Jakarta mengusung empat strategi utama. Pertama, financial inclusion alias inklusi finansial dengan memastikan seluruh penduduk Jakarta dapat mengakses jasa finansial umum secara mudah, aman, dan digital.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·