4 Penyebab Kista Ovarium pada Remaja dan Gejala yang Harus Diwaspadai

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
4 Penyebab Kista Ovarium pada Remaja dan Gejala nan Harus Diwaspadai Faktor pemicu kista ovarium pada remaja, mulai dari hormon hingga gangguan tiroid.(Dok. Magnific)

KISTA ovarium sering kali dianggap sebagai masalah kesehatan nan hanya menyerang wanita dewasa. Namun, faktanya gangguan reproduksi berupa kantung berisi cairan ini juga rentan dialami oleh remaja perempuan.

Berdasarkan info kesehatan, kista ovarium pada remaja umumnya terbagi menjadi dua jenis, fungsional dan patologis. Kista fungsional biasanya berangkaian dengan siklus menstruasi dan sering kali tidak berbahaya, sementara kista patologis muncul akibat pertumbuhan sel nan tidak normal.

Berikut adalah empat aspek utama nan memicu munculnya kista ovarium pada usia remaja:

Penyebab Kista Ovarium

1. Fluktuasi Kadar Hormon

Perubahan hormon selama siklus menstruasi adalah penyebab paling umum. Saat masa pubertas, tubuh remaja mengalami perubahan hormon estrogen dan progesteron nan signifikan. Ketidakseimbangan ini dapat memicu terbentuknya kista fungsional selama proses ovulasi. Meski biasanya mengecil dengan sendirinya, pemantauan tetap diperlukan jika muncul nyeri hebat.

2. Endometriosis

Kondisi ini terjadi ketika jaringan nan semestinya melapisi rahim justru tumbuh di luar rahim, seperti di ovarium alias tuba falopi. Endometriosis dapat memicu terbentuknya kista nan disebut endometrioma. Faktor pemicunya diduga berasal dari aliran darah menstruasi nan berbalik alias pengaruh hormon estrogen selama masa pubertas.

3. Penyakit Radang Panggul

Infeksi berat pada organ reproduksi, seperti rahim dan ovarium, dapat menyebabkan peradangan nan berujung pada pembentukan kista. Infeksi ini sering kali dipicu oleh kuman seperti Chlamydia trachomatis. Penanganan awal terhadap jangkitan saluran reproduksi sangat krusial untuk mencegah komplikasi kista nan lebih serius.

4. Gangguan Tiroid

Kesehatan tiroid mempunyai kaitan erat dengan sistem reproduksi. Baik kondisi hipertiroidisme maupun hipotiroidisme dapat mengganggu keseimbangan hormon tubuh secara keseluruhan. Gangguan pada kegunaan tiroid ini berpotensi mengubah kegunaan ovarium dan memicu penumpukan cairan nan membentuk kista.

Gejala nan Perlu Diwaspadai:

Meskipun sebagian besar kista pada remaja berkarakter jinak dan dapat sembuh sendiri, orang tua perlu waspada jika anak mengeluhkan nyeri perut bagian bawah nan hebat, gangguan siklus menstruasi, alias perut nan terasa membesar. Segera lakukan pemeriksaan medis untuk mendapatkan penanganan profesional.

Selain aspek medis di atas, pola hidup sehat dan asupan nutrisi nan seimbang juga berkedudukan krusial dalam menjaga stabilitas hormon remaja guna meminimalisasi akibat gangguan reproduksi. (Alodokter/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia