Pemerintah mulai merinci sejumlah kriteria nan wajib dipenuhi manufaktur dan pabrikan nan mau berperan-serta dalam proyek Motor Listrik Nasional (Molinas).
Kriteria tersebut tidak hanya berangkaian dengan tingkat kandungan lokal. Pemerintah juga mensyaratkan penguasaan komponen utama, pengembangan kreasi di dalam negeri, penggunaan baterai berbasis nikel, hingga nilai nan terjangkau.
Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian, Atong Soekirman, mengatakan kriteria tersebut disusun agar pengembangan Molinas tidak berakhir pada aktivitas perakitan, tetapi memberikan nilai tambah bagi industri dalam negeri.
"Nah, di dalam pertanyaan, kami juga ditanya kriteria. Saya ulangi kembali. Nanti di 2028 harapannya TKDN-nya 60 persen. Ini roadmap dari Kemenperin," ujar Atong dalam pemaparan obrolan di Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026).
Pertama, soal TKDN. Pada tahap awal, setiap produk Molinas diwajibkan memenuhi TKDN minimal 40 persen. Angka tersebut kemudian bakal dinaikkan secara berjenjang hingga 60 persen pada 2028.
"Jadi sudah ada roadmap nan dibuat oleh Kemenperin, dan dirasakanlah di dalam Molinas. Kemarin ini ada komitmen bahwa 10 mitra itu bakal memenuhi 60 persen TKDN di tahun 2028. Nah, ini kan angin segar juga," tambahnya.
Kedua, pabrikan kudu menguasai sejumlah komponen utama sekaligus mengembangkan kreasi secara berdikari di dalam negeri. Pemerintah tidak mau Molinas hanya menjadi produk nan dirakit secara lokal dengan mengandalkan kreasi dari luar negeri.
"Komponen utama ialah powertrain, frame/structure, plastik, dan bodi panel. Kemudian indigenous design. Nah, ini kami sampaikan," jelas Atong.
Atong menekankan bahwa aspek tersebut mencakup penggunaan kreasi dan rekayasa nan dikembangkan di dalam negeri.
Ketiga, Molinas diarahkan menggunakan paket baterai berbasis nikel alias Nickel Manganese Cobalt (NMC) nan diproduksi di dalam negeri. Paket baterai tersebut juga diwajibkan memenuhi TKDN minimal 40 persen.
Syarat ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghubungkan pengembangan industri motor listrik dengan program hilirisasi nikel nasional.
"Nah, ini sebagai catatan waktu kelak kita mendorong Molinas itu adalah basisnya adalah betul-betul nikel. Karena juga nomor TKDN, kuncinya ada di TKDN-nya. Itu jika baterainya itu NMC, itu besar," ungkap Atong.
Terakhir, pemerintah mensyaratkan nilai produk Molinas tetap terjangkau. Faktor tersebut dinilai krusial agar motor listrik nasional tidak hanya memenuhi sasaran kandungan lokal, tetapi juga dapat terserap oleh konsumen maupun kebutuhan operasional sektor publik.
"Dan nilai terjangkau sesuai daya beli dan kebutuhan pasar domestik," pungkas Atong.
47 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·