Empat upaya penyelundupan narkoba ke Lapas Narkotika Jakarta dan Rutan Kelas I Jakarta Pusat (Salemba) digagalkan petugas. Empat kasus penyelundupan terjadi dalam sehari.
Dari rilis nan diterima detikcom, Selasa (16/6/2026), upaya penyelundupan tersebut terjadi pada Senin (15/6), dua kasus diungkap petugas Lapas Narkotika Jakarta melalui pemeriksaan ketat di Pintu Pengamanan Utama (P2U). Pada pengungkapan pertama, petugas mengamankan seorang pelaku nan membawa dua paket berisi peralatan nan diduga narkotika dengan berat total 8,72 gram.
Sementara pada kasus kedua, petugas kembali menemukan dua paket berisi peralatan nan diduga narkotika dengan berat total 20,30 gram. Dari hasil pemeriksaan awal, kedua pelaku menggunakan modus nan sama, ialah menyembunyikan paket narkotika di bagian organ intim untuk mengelabui petugas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada hari nan sama, petugas Rutan Salemba juga menggagalkan dua upaya penyelundupan narkoba dengan modus berbeda. Kasus pertama melibatkan seorang visitor wanita berinisial NA (22) nan mencoba menyelundupkan cairan Etomidate dengan menyamarkannya ke dalam botol obat batuk.
Kecurigaan petugas muncul setelah menemukan isi botol tidak sesuai dan mengeluarkan aroma nan tidak wajar. Sementara pada pengungkapan kedua, petugas wanita menemukan paket narkotika jenis sabu dengan berat sekitar 40,1 gram nan disembunyikan secara rapi di dalam kunciran rambut seorang visitor wanita berinisial MU (39).
Seluruh pelaku beserta peralatan bukti telah diamankan. Seluruhnya diserahkan kepada abdi negara kepolisian untuk proses norma serta pengembangan lebih lanjut.
Foto: Empat kasus penyelundupan narkoba ke Lapas Jakarta dan Rutan Salemba digagalkan dalam sehari (dok istimewa)
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan DKI Jakarta, Wachid Wibowo, menegaskan keberhasilan pengungkapan empat kasus penyelundupan dalam satu malam tersebut menunjukkan komitmen kuat jejeran pemasyarakatan dalam mewujudkan lingkungan lapas dan rutan nan bersih dari narkoba.
"Keberhasilan petugas menggagalkan empat upaya penyelundupan narkoba dalam waktu nan nyaris berbarengan merupakan bukti bahwa sistem pengamanan, penemuan dini, dan pengawasan di seluruh UPT Pemasyarakatan DKI Jakarta melangkah dengan baik. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas nan tetap siaga, profesional, dan berintegritas dalam menjalankan tugas," kata Wachid.
Wachid menegaskan Kanwil Ditjenpas DKI Jakarta tidak bakal memberikan ruang sedikit pun bagi peredaran narkoba maupun peralatan terlarang lainnya di dalam lapas dan rutan.
"Kami berkomitmen penuh menjalankan pengarahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Direktur Jenderal Pemasyarakatan untuk mewujudkan Zero Halinar. Setiap upaya penyelundupan bakal ditindak tegas sesuai norma nan berlaku. Kami bakal terus memperkuat pengawasan, meningkatkan kualitas pemeriksaan, serta mempererat sinergi dengan abdi negara penegak norma guna memastikan lapas dan rutan di wilayah DKI Jakarta betul-betul bersih dari narkoba," ujar Wachid.
Wachid menegaskan pengungkapan empat kasus dalam satu hari tersebut sekaligus menjadi bukti jejeran pemasyarakatan terus memperkuat langkah pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan, ketertiban, serta integritas di lingkungan pemasyarakatan.
"Keberhasilan penggagalan ini menjadi bukti bahwa sistem pengamanan melangkah dan petugas bekerja dengan penuh integritas. Kami bakal terus memperkuat sinergi dengan abdi negara penegak norma serta melakukan pertimbangan berkepanjangan agar lapas dan rutan di wilayah DKI Jakarta tetap bersih dari narkoba, handphone ilegal, dan praktik pungutan liar," pungkasnya.
Lihat juga Video 'Modusnya Bikin Geleng-geleng, Narkoba Disembunyikan di Alat Kontrasepsi':
(isa/knv)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·