Empat jenis jangkitan jantung pada anak,(Dok. RS UI)
Dokter ahli anak Sarah Rafika Nursyirwan, (Sp.A) mengingatkan para orang tua untuk mewaspadai empat jenis penyakit jangkitan jantung nan sering menyerang anak-anak. Infeksi pada bagian-bagian jantung ini dapat mengganggu kegunaan pompa darah dan memicu komplikasi serius jika tidak segera ditangani.
Dalam webinar berbareng Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada Selasa (2/6), Sarah menjelaskan bahwa keempat jenis jangkitan tersebut adalah perikarditis, miokarditis, endokarditis, serta demam reumatik akut alias Rheumatic Heart Disease (penyakit jantung reumatik).
1. Perikarditis (Infeksi Lapisan Luar)
Perikarditis merupakan peradangan pada perikardium alias lapisan paling luar jantung. Kondisi ini menyebabkan terkumpulnya cairan berisi sel radang di rongga perikardium. "Paling sering jika di dunia penyebabnya virus, tapi di Indonesia kita kudu waspada, paling sering lantaran tuberkulosis," ujar Sarah.
2. Miokarditis (Infeksi Otot Jantung)
Infeksi ini menyerang miokardium alias lapisan otot tengah jantung nan berfaedah memompa darah. Peradangan pada bagian ini secara langsung menurunkan kegunaan pompa jantung, sehingga pengedaran darah ke seluruh tubuh terganggu.
3. Endokarditis Infektif (Infeksi Katup Jantung)
Endokarditis menyerang lapisan terdalam jantung, termasuk katup-katupnya. Kondisi ini dapat memicu terbentuknya vegetasi, ialah gumpalan kuman dan sel darah nan menempel pada katup. Vegetasi ini rawan lantaran bisa lepas dan menyumbat aliran darah ke organ vital seperti otak (stroke), ginjal, hingga paru-paru.
Anak dengan penyakit jantung bawaan dan mereka nan mempunyai masalah kesehatan gigi nan tidak tertangani mempunyai akibat lebih tinggi terkena endokarditis infektif.
4. Penyakit Jantung Reumatik (PJR)
Berbeda dengan jangkitan lainnya, PJR dipicu oleh jangkitan kuman Streptococcus pada amandel alias tonsil nan tidak tuntas diobati. Alih-alih menyerang kuman, antibodi tubuh justru menyerang katup jantung sendiri. "Kasus ini pada anak tetap cukup sering kita temukan lantaran Indonesia tetap berkarakter endemis untuk penyakit jantung reumatik," tambahnya.
Gejala Umum nan Perlu Diwaspadai:
- Sesak napas tiba-tiba.
- Penurunan saturasi oksigen.
- Pembengkakan pada bagian tubuh tertentu.
- Mudah capek saat beraktivitas.
Sarah menekankan pentingnya penanganan jangkitan dasar, seperti masalah gigi dan radang tenggorokan, guna mencegah kuman masuk ke aliran darah dan merusak jantung anak. (Ant/Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·