
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dikritik tajam oleh masyarakat lantaran Rupiah melemah. (Foto: Okezone.com/IMG)
JAKARTA – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) sempat menyentuh level Rp17.000, salah satunya akibat perang antara AS, Israel, dan Iran. Pelemahan mata duit Garuda pun membikin Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dikritik tajam oleh masyarakat di media sosial.
Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa parameter ekonomi nasional saat ini menunjukkan performa berbeda dari dugaan resesi nan beredar di kalangan pengamat.
Berikut fakta-fakta menarik mengenai Rupiah Rp17.000 nan membikin Purbaya dimaki-maki netizen, Minggu (15/3/2026):
1. Purbaya Dimaki Netizen
Purbaya menceritakan pengalamannya menghadapi kritik tajam dari masyarakat di bumi maya mengenai pergerakan nilai tukar.
"Walaupun di TikTok saya dimaki-maki orang, katanya, 'Hey Pak Purbaya, Menteri Keuangan, kerjanya apa aja lu, tuh rupiah lihatin,' tapi kita menilai kudu dengan fair (adil). Apa nan terjadi kudu dibandingkan juga dengan kondisi seluruh negara di bumi seperti apa," ungkapnya.
2. Ekonomi Sedang Ekspansi
"Rupiah 17.000, IHSG ambruk lantaran sebagian teman-teman ahli ekonomi bilang katanya kita sudah resesi menuju 1998 lagi. Gitu lah. Daya beli sudah hancur. Tidak seperti itu. Ekonomi sedang ekspansi, daya beli kita jaga mati-matian, dan boro-boro krisis, resesi aja belum. Melambatnya aja belum," tegas Purbaya.
3. Investor Jangan Panik
Meskipun pasar saham sedang bergejolak, Purbaya meminta para penanammodal tetap tenang dan tidak terjebak dalam kepanikan. Ia meyakinkan bahwa pemerintah terus menjaga fondasi ekonomi agar tetap kokoh di tengah tekanan eksternal global.
"Kita tetap ekspansi, tetap akselerasi. Itu nan kita jaga terus dalam beberapa minggu ke depan. Jadi, nan penanammodal di pasar saham nggak usah takut, pondasi kita jaga betul," lanjutnya.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·