Jakarta - Polda Banten menangkap golongan mata elang alias debt collector nan melakukan pengeroyokan dan pembacokan terhadap personil Brimob di Serang. Hingga saat ini sudah 4 orang debt collector nan ditangkap, sementara 6 lainnya tetap dikejar.
"Kemarin kita mengamankan lagi dua orang pelaku. Jadi untuk total pelaku seluruhnya ada empat orang," kata Dirkrimum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan, Kamis (4/6/2026).
Dian mengatakan para pelaku nan ditangkap adalah penyelenggara nan ikut serta mengeroyok korban. Ada nan melempar korban dengan batu hingga mengancam.
"Yang mana perannya di sini, mereka semuanya berada di lokasi. Ada nan turut melakukan pelemparan batu, kemudian dengan ancaman dan pemerasan berupaya merebut kendaraan nan dimiliki korban, ialah jenis Daihatsu Xenia tahun 2024," katanya.
Saat ini polisi tengah memburu 6 pelaku lainnya nan diduga terlibat. Pengejaran tetap terus dilakukan ke sejumlah lokasi.
"Kemudian tetap dalam pengejaran, kami sudah mengantongi identitas semuanya, itu ada enam orang," katanya.
Dian mengingatkan agar tidak ada lagi tindakan premanisme dengan modus debt collector di wilayah norma Polda Banten. Ia berjanji bakal menindak tegas para pelaku.
"Sekaligus kami berpesan, tidak ada lagi aktivitas premanisme dengan cara-cara merampas kendaraan di jalan, terutama di wilayah Polda Banten ini. Dan kami berjanji bakal menindak tegas para pelaku nan melakukan seperti ini," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, peristiwa pembacokan oleh debt collector alias matel terjadi di Serang, Banten. Korban dalam peristiwa ini adalah dua personil Brimob Polda Banten.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Hutapea mengatakan pembacokan terjadi pada Selasa (2/6) malam. Sebelum kejadian terjadi, sempat terjadi cekcok antara debt collector dan dua personil Brimob tersebut.
"Dari sore mereka sudah mengintai. Kemudian ada personel kita nan berdebat, lampau datang menyusul rekan-rekan debt collector itu sehingga berjumlah 11 orang dan melakukan penganiayaan serta pembacokan terhadap personel kita dari Satbrimob," ujar Maruli, Rabu (3/6/2026).
Dia mengatakan dua personil Brimob mengalami luka sabetan senjata tajam. Keduanya kudu menjalani perawatan setelah kejadian tersebut.
"Korban dari personel Brimob itu mengalami luka sabetan di tangan kanan dan luka di bagian kepala," katanya.
Para pelaku kemudian kabur dengan membawa mobil nan sebelumnya digunakan personil Brimob serta satu unit mobil Fortuner. Rekan personil Brimob nan menjadi korban kemudian berdatangan ke letak kejadian. Pelaku pun kabur dari lokasi.
Setelah dikejar, dua pelaku sukses diamankan di dekat Gerbang Tol Serang Barat. Keduanya sempat dihajar massa.
(aik/mea)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·