Binti Mufarida
, Jurnalis-Sabtu, 07 Maret 2026 |19:59 WIB

Bibit Siklon Tropis terpantau di sekitar Indonesia (Foto: BMKG)
JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan empat bibit siklon tropis nan sempat terpantau di sekitar wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir, ialah Bibit Siklon Tropis 90S, 93S, 92P, dan 95W. Keempatnya mempunyai akibat tidak langsung terhadap cuaca di wilayah Indonesia.
BMKG pun melaporkan bahwa dari empat sistem tersebut, dua di antaranya sekarang telah dinyatakan tidak aktif. Saat ini, Bibit Siklon Tropis 90S, nan terbentuk pada 27 Februari 2026 pukul 19.00 WIB di wilayah monitoring Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, telah dinyatakan tidak aktif.
"Bibit Siklon Tropis 92P nan terbentuk pada 2 Maret 2026 pukul 07.00 WIB di wilayah monitoring TCWC Jakarta juga telah dinyatakan tidak aktif," tulis BMKG dikutip dari media sosial resminya, Sabtu (7/3/2026).
Sementara itu, BMKG mengungkapkan saat ini Bibit Siklon Tropis 93S, nan terbentuk pada 2 Maret 2026 pukul 13.00 WIB, tetap terpantau di Samudra Hindia bagian barat Australia. "Sistem ini mempunyai kesempatan rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan diperkirakan bergerak perlahan ke arah barat dalam 24 jam ke depan," tulis BMKG.
Bibit Siklon Tropis 95W terbentuk pada 4 Maret 2026 pukul 13.00 WIB di luar wilayah monitoring TCWC Jakarta. Pada 6 Maret 2026 pukul 01.00 WIB, sistem ini terpantau berada di Samudra Pasifik utara Papua dan masuk dalam wilayah monitoring TCWC Jakarta. Sistem ini juga mempunyai kesempatan rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan diperkirakan bergerak perlahan ke arah barat.
BMKG mengatakan, meski peluangnya rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis, beberapa bibit siklon tersebut dapat menimbulkan akibat tidak langsung berupa peningkatan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan Indonesia.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·