istilah gen z – Di tengah obrolan sehari-hari dan linimasa media sosial, Grameds pasti sering menjumpai istilah-istilah unik Gen Z nan familiar tapi artinya bikin mikir dua kali.
Mulai dari kata nan terdengar lucu, singkatan unik, sampai istilah serapan bahasa asing, semuanya menjadi bagian dari langkah Gen Z mengekspresikan diri.
Supaya tidak ketinggalan era alias salah pakai istilah, mari kita telaah contoh-contoh istilah gen Z nan sering mereka pakai di kegiatannya sehari-hari komplit dengan artinya!
Ciri Khas Bahasa dan Istilah Gen Z
Bahasa nan digunakan Gen Z mempunyai karakter nan cukup berbeda dibanding generasi sebelumnya. Untuk memahami polanya, mari lihat beberapa karakter khasnya di bawah ini.
1. Banyak Menggunakan Singkatan dan Akronim
Gen Z doyan memakai singkatan untuk mempercepat komunikasi, terutama di chat dan media sosial. Penggunaan singkatan ini mencerminkan style komunikasi mereka nan praktis dan efisien.
2. Dipengaruhi Bahasa Inggris dan Internet
Banyak istilah Gen Z nan berasal dari bahasa Inggris alias serapan langsung dari internet. Pengaruh ini muncul lantaran Gen Z sangat berkawan dengan konten digital internasional, baik itu dari media sosial, game, alias platform streaming.
3. Bersifat Ekspresif dan Emosional
Bahasa Gen Z sering digunakan untuk mengekspresikan emosi secara langsung dan berlebihan.
Pilihan kata nan hiperbolis dipakai untuk menegaskan perasaan, baik itu senang, kesal, maupun kagum. Gaya ini membikin komunikasi terasa lebih hidup dan personal.
4. Cepat Berubah dan Kontekstual
Istilah Gen Z condong sigap berganti mengikuti tren nan sedang viral. Kata nan terkenal hari ini bisa saja terasa lama dalam waktu singkat. Selain itu, makna istilahnya juga sangat berjuntai pada konteks dan situasi penggunaannya.
Perbedaan Istilah Gen Z dan Bahasa Gaul Generasi Sebelumnya
Di Indonesia, perkembangan bahasa gaul terus berubah mengikuti perkembangan era dan generasi
Untuk memandang perbedaannya secara lebih jelas, Anda bisa membandingkan istilah Gen Z dengan bahasa gaul generasi sebelumnya melalui beberapa aspek berikut ini.
1. Sumber dan Pengaruh Bahasa
Istilah Gen Z banyak dipengaruhi oleh media sosial global, terutama TikTok, Twitter, dan meme internasional. Maka dari itu, kosakatanya sering berasal dari bahasa Inggris alias campuran lintas bahasa.
Sementara itu, bahasa gaul generasi sebelumnya lebih banyak berkembang dari lingkungan lokal nan berasalkan dari pergaulan sehari-hari, musik, film, alias televisi.
2. Kecepatan Perubahan Istilah
Bahasa gaul Gen Z dikenal sangat sigap berubah mengikuti tren viral. Istilah nan terkenal hari ini bisa terasa usang dalam hitungan bulan.
Sebaliknya, bahasa gaul generasi sebelumnya condong memperkuat lebih lama dan tidak secepat era media sosial.
3. Cara dan Tujuan Penggunaan
Istilah Gen Z sering digunakan untuk mengekspresikan emosi, identitas diri, dan lawaksecara spontan. Banyak istilah berkarakter kontekstual dan berjuntai pada tren.
Bahasa gaul generasi sebelumnya lebih konsentrasi pada keakraban dan solidaritas dalam kelompok. Penggunaannya condong lebih stabil dan mudah dipahami di beragam situasi.
4. Media Penyebaran
Media sosial menjadi sarana utama penyebaran istilah Gen Z. Satu kata bisa viral secara nasional apalagi dunia hanya lewat satu konten.
Pada generasi sebelumnya, penyebaran bahasa gaul lebih mengandalkan hubungan langsung. Prosesnya lebih lambat dan terbatas pada organisasi tertentu, Grameds.
Daftar Istilah Gen Z nan Paling Populer Saat Ini
Beberapa istilah Gen Z sekarang sudah begitu sering digunakan hingga terdengar berkawan di beragam platform. Supaya Grameds tidak bingung saat menemukannya dalam percakapan alias konten digital, berikut daftar istilah Gen Z nan paling terkenal saat ini.
1. Relate
Istilah relate digunakan ketika seseorang merasa terhubung alias mengalami perihal nan sama dengan suatu cerita alias situasi.
Kata ini sering muncul sebagai respons terhadap curhatan, meme, alias pengalaman sehari-hari. Penggunaan relate menunjukkan rasa empati dan kedekatan emosional.
2. Healing
Dalam bahasa gaul Gen Z, kata healing dipakai untuk menggambarkan aktivitas bersantai alias melepaskan penat, seperti jalan-jalan alias menikmati hobi. Kata healing memberi kesan self-care dan perhatian terhadap kesehatan mental mereka.
3. Flexing
Flexing berfaedah memamerkan sesuatu, baik itu pencapaian, barang, maupun style hidup. Istilah ini kerap dipakai untuk mengomentari unggahan nan terkesan pamer.
Namun, flexing tidak selalu bersuara negatif. Dalam konteks tertentu, kata ini juga bisa dipakai secara bercanda alias sebagai corak apresiasi.
4. Overthinking
Istilah overthinking menggambarkan kebiasaan berpikir berlebihan terhadap suatu hal. Kata ini sering dipakai untuk mengekspresikan kekhawatiran alias kebingungan emosional. Gen Z menggunakan overthinking sebagai langkah jujur mengungkap kondisi mental mereka.
5. FOMO
FOMO merupakan singkatan dari fear of missing out. Istilah ini menggambarkan rasa takut tertinggal tren, momen, alias pengalaman tertentu. Umumnya, kata FOMO ini sering muncul untuk mencerminkan tren sosial media alias style hidup.
6. Flex/Flexing
Flex alias flexing berfaedah memamerkan sesuatu kepada publik, terutama di media sosial seperti TikTok. Hal nan dipamerkan bisa beragam, seperti barang, pencapaian, style hidup, hingga pasangan.
Contohnya, saat seseorang mengunggah konten berbareng pacar baru, orang lain bisa saja menyebutnya sedang flexing pacar baru.
7. GYAT
GYAT merupakan singkatan dari Get Your Act Together. Istilah ini digunakan untuk menegur seseorang lantaran sikap, ucapan, alias tindakannya dianggap tidak layak alias memalukan.
Meskipun begitu, Gen Z juga suka menggunakan istilah ini untuk menyebut bagian pinggul alias sebagai ragam dari kata “goddamn” (sialan) untuk mengapresiasi musuh bicaranya.
8. Glow Up
Glow up artinya adanya perubahan alias peningkatan signifikan dalam hidup seseorang. Perubahan ini bisa secara fisik, penampilan, style hidup, maupun kondisi mental.
Kamu bisa menunjukkannya kepada seseorang nan mulai berpakaian lebih rapi, merawat diri, giat membaca, alias menulis jurnal.
9. Heather
Heather merujuk pada sosok wanita nan dianggap sempurna. Biasanya, dia digambarkan sebagai cantik, baik, disukai banyak orang, dan hidupnya terlihat ideal. Heather sering menjadi simbol “perempuan idaman” dalam perspektif pandang warganet.
10. Hot Girl Summer
Hot Girl Summer merujuk pada fase alias style hidup wanita nan percaya diri dan menikmati hidupnya. Ia hanya kebahagiaan diri sendiri tanpa terlalu memikirkan penilaian orang lain.
11. IYKYK
IYKYK adalah singkatan dari If You Know, You Know. Istilah ini digunakan untuk menandai lelucon, referensi, alias pengalaman nan hanya dipahami oleh orang tertentu. Biasanya dipakai untuk inside jokes.
12. It’s Giving…
“It’s giving…” digunakan untuk menggambarkan vibe alias kesan nan ditampilkan seseorang alias sesuatu. Kalimat ini biasanya diikuti penjelasan suasana alias style tertentu. Contohnya, “It’s giving 80s rock n’ roll vibes.”
13. Lit
Lit adalah ungkapan untuk menyebut sesuatu nan keren, seru, alias luar biasa. Kata ini sering dipakai untuk mengekspresikan antusiasme. Misalnya, “Film itu lit banget!” nan artinya movie tersebut sangat menghibur dan berkesan.
14. Living Rent-Free
Istilah living rent-free menggambarkan seseorang alias sesuatu nan terus ada di pikiran, biasanya tanpa diinginkan. Ungkapan ini sering digunakan secara sarkastik nan artinya perihal tersebut “tinggal” di kepala tanpa bayar apa pun.
15. Lowkey/Highkey
Lowkey digunakan untuk sesuatu nan dirasakan alias dilakukan secara diam-diam dan tidak berlebihan. Sebaliknya, highkey menunjukkan sesuatu nan terang-terangan dan sangat jelas.
Contohnya adalah “Aku lowkey setuju” alias “Dia highkey pengin dipuji.”
16. Main Character Energy
Istilah ini menggambarkan seseorang nan merasa seperti tokoh utama dalam hidupnya. Biasanya, mereka mempunyai karakter percaya diri, menonjol, dan mau menjadi pusat perhatian.
Dalam konteks positif, main character energy sama artinya dengan self-confidence. Namun, bisa juga bernuansa negatif jika dianggap berlebihan.
17. NSFW
NSFW adalah singkatan dari Not Safe For Work. Istilah ini digunakan untuk menandai konten nan tidak layak dilihat di tempat umum alias saat bekerja.
Biasanya merujuk pada konten seksual, kekerasan, alias visual sensitif. Peringatan ini krusial agar penonton lebih waspada.
18. IB
IB adalah singkatan dari Inspired By. Istilah ini digunakan seorang pembuat untuk memberikan angsuran bahwa kontennya terinspirasi dari pembuat lain.
Penggunaan IB menunjukkan etika dan transparansi dalam berkonten dalam platform media sosial seperti TikTok.
19. OOTD
OOTD berfaedah Outfit of the Day. Kontennya biasanya menampilkan busana nan dikenakan hari itu. Umumnya, istilah ini terkenal di kalangan fashion dan lifestyle creator.
20. POV
POV adalah singkatan dari Point of View. Di TikTok, POV merujuk pada video nan dibuat dari perspektif pandang tertentu.
Contohnya, “POV pacaran sama aku.” dengan pemosisian kamera seolah-olah penontonnya menjadi musuh main dalam cerita.
Namun, penggunaan POV juga dijadikan se
21. Savage
Savage adalah sikap nan berani, blak-blakan, dan terkesan sadis secara verbal. Biasanya, dipakai untuk reaksi alias komentar nan menusuk. Meski terdengar kasar, istilah ini sering dianggap keren–terutama saat digunakan dalam debat sengit.
22. Spill
Spill berfaedah membeberkan alias menceritakan rumor dan rahasia. Istilah ini sangat terkenal dalam konten curhat alias drama. Biasanya, kalimat bakal diawali dengan rayuan seperti “aku mau spill nih.” nan menandakan ada cerita menarik nan dibagikan.
23. Stitch
Stitch adalah fitur TikTok untuk merespons video pembuat lain. Fitur ini bakal memutar video original di awal, lampau Anda bisa menyambungnya dengan video buatan sendiri. Fitur ini sering digunakan untuk memberi komentar, reaksi, alias klarifikasi.
24. Canon Event
Canon event adalah istilah nan dipakai untuk menyebut kejadian krusial dalam hidup seseorang nan dianggap “wajib terjadi”.
Biasanya, istilah ini digunakan untuk pengalaman pahit, memalukan, alias menyakitkan nan dianggap membentuk kepribadian.
Di media sosial, canon event sering dipakai seolah-olah setiap orang memang kudu melewati fase tersebut sebagai bagian dari perjalanan hidupnya.
25. Roman Empire
Istilah gen Z selanjutnya adalah roman empire nan merujuk pada sesuatu nan sering dipikirkan seseorang secara berulang, meski terlihat sepele alias tidak relevan.
Istilah ini awalnya viral dari tren nan mempertanyakan seberapa sering laki-laki memikirkan Kekaisaran Romawi.
Kini, maknanya meluas menjadi perihal apa pun nan “hidup di kepala” seseorang, serupa dengan istilah rent free.
26. Delulu
Delulu mempunyai makna nan sama dengan delusional, artinya berandai-andai terhadap sesuatu nan tidak realistis dan jauh dari kenyataan.
Dalam konteks Gen Z, mereka menggunakan istilah ini untuk membayangkan kisah percintaan dengan pujaan alias khayalan lainnya.
Contoh kalimatnya adalah “Masa baru sekali ketemu idol-nya udah sampai mimpiin nikah bareng dia. Delulu banget!”
27. Cegil
Cegil merupakan singkatan dari “cewek gila” sebuah istilah slang nan digunakan untuk menggambarkan wanita nan emosinya meledak-ledak, posesif, alias terlalu ekspresif.
Meski terdengar negatif, kata ini sering digunakan secara ironis alias self-label. Namun, penggunaannya tetap perlu konteks agar tidak menyinggung.
28. Sus
Sus adalah kependekan dari suspicious alias mencurigakan. Istilah ini terkenal sejak game Among Us dan digunakan untuk mengekspresikan kecurigaan secara santai. Biasanya bersuara bercanda, bukan tuduhan serius.
29. Bet
Bet berfaedah “setuju”, “oke”, alias “siap”. Istilah ini dipakai sebagai respons singkat untuk menyetujui rayuan alias pernyataan. Kata ini umum digunakan dalam chat atau komentar.
30. FOBI (Fear of Being Included)
FOBI adalah singkatan dari Fear of Being Included. Istilah ini menggambarkan emosi resah alias tidak nyaman saat kudu ikut dalam suatu golongan alias aktivitas sosial. Berbeda dari FOMO, FOBI justru menunjukkan keengganan untuk terlibat.
Contoh Penggunaan Istilah Gen Z dalam Percakapan Sehari-hari
Agar Grameds tidak hanya memahami makna istilah Gen Z, tetapi juga tahu langkah menggunakannya, contoh dalam percakapan sehari-hari bisa membantu. Berikut beberapa gambaran penggunaan istilah Gen Z dalam situasi nan sering ditemui.
1. Percakapan Santai Antar Teman
Dalam obrolan santai, istilah Gen Z sering dipakai untuk mengekspresikan emosi secara jujur tapi tetap ringan.
Contohnya, “Aku highkey capek hari ini, tapi lowkey tetap pengin nongkrong.” Penggunaan highkey dan lowkey membantu menekankan emosi tanpa terdengar terlalu serius.
2. Percakapan di Media Sosial
Di media sosial, istilah Gen Z berfaedah memperkuat reaksi terhadap konten tertentu dan menunjukkan kesan dan vibe dengan cepat. Misalnya, “Konten ini it’s giving main character energy, chaotic tapi seru.”
3. Percakapan dalam Grup Chat
Dalam grup chat, istilah Gen Z membikin percakapan terasa lebih berkawan dan cair. Contohnya, “OOTD Anda hari ini glow up banget, girl math-nya jalan ya?” Kalimat ini bernuansa pujian sekaligus bercanda.
4. Percakapan Bernada Bercanda alias Sindiran
Istilah Gen Z juga sering digunakan untuk berbual alias menyindir secara halus. Misalnya, “Katanya udah move on, tapi mantannya tetap roman empire.” Kalimat seperti ini biasanya dipahami sebagai lawakringan asalkan konteksnya tepat.
Memahami Istilah Gen Z agar Tetap Nyambung
Itulah beragam istilah Gen Z nan sering dipakai sehari-hari beserta makna dan contoh penggunaannya.
Bahasa gaul memang terus berkembang, maka dari itu Anda perlu memahami istilah-istilah ini agar bisa berkomunikasi dengan efektif–terutama di media sosial dan lingkungan digital.
Jangan lupa untuk menggunakan istilah tersebut sesuai konteks dan situasi agar tetap nyaman dan tidak menyinggung!
Rekomendasi Buku untuk Gen Z
1. Kompromi ala Gen Z di Tempat Kerja


Kenapa ya Gen Z itu mirip kutu loncat?
Kenapa mereka nggak seperti orang-orang dari generasi sebelumnya nan bisa tahan hingga puluhan tahun di tempat kerja? Sebenarnya bergonta-ganti pekerjaan itu berasosiasi dengan perilaku dan pola kerja setiap generasi. Beberapa hasil penelitian mengungkap kesenjangan usia dan perbedaan generasi bukanlah masalah nan serius. Tapi, nyatanya sering terjadi masalah lantaran perilaku dan pola kerja dari setiap generasi itu nggak sama.
2. 365 Hadits Gen Z Akidah Ibadah Akhlak Adab


Buku 365 Hadits Untuk Gen Z datang sebagai kumpulan hadits pendek, populer, dan mudah dipahami nan dirancang unik untuk style belajar Gen Z: praktis, ringkas, dan to the point. Dengan konsep satu hari satu hadits, kitab ini membujuk pembaca menghafal 365 hadits dalam setahun secara ringan dan konsisten. Dilengkapi 35 hadits tentang Ramadhan, kitab ini juga membantu pembaca memahami dan mengamalkan ibadah Ramadhan agar lebih maksimal dan bermakna.
3. The Leadership Tricks for Gen Z


Dunia kerja saat ini nyaris sepenuhnya diisi oleh Generasi Milenial dan Gen Z. Sayangnya, generasi-generasi baru tersebut kerap diasosiasikan dengan nilai dan sikap negatif. Sebenarnya, asosiasi nan keliru ini muncul lantaran ketidaktahuan dan lemahnya pengetahuan bakal perilaku dan karakter generasi-generasi baru nan memang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.
Buku ini sengaja ditulis untuk melengkapi referensi manajemen dan kepemimpinan lama nan bisa jadi kurang sesuai dengan karakter generasi-generasi saat ini. Selain metode kepemimpinan, di dalamnya juga membahas kelebihan dan kelemahan Gen Z, langkah memaksimalkan potensi mereka, serta langkah merekrut dan mempertahankan mereka di bumi kerja untuk persaingan nan makin kompetitif di era digital seperti saat ini.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·