Jakarta - Kasus dugaan pembakaran terhadap tiga santri di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), terungkap setelah video korban beredar dan viral di media sosial (medsos). Dilaporkan satu santri meninggal dunia.
Dilansir detikBali, Kamis (4/6/2026), dalam video beredar terlihat korban menangis kesakitan sembari memperlihatkan luka bakar di sejumlah bagian tubuhnya nan telah dibalut perban di rumah sakit. Terdengar juga bunyi pihak family nan sedang menenangkan korban.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia menyebut peristiwa itu terjadi pada November 2025. Namun, baru terungkap setelah videonya beredar luas di media sosial.
"Kasus di pondok pesantren ini kejadiannya November 2025. Saya baru mengetahui setelah videonya beredar sekarang," kata Joko.
Berdasarkan info awal nan diterimanya, terdapat tiga santri nan menjadi korban. Mereka diduga disiram menggunakan bahan bakar sebelum dibakar oleh sesama santri. Akibat kejadian tersebut, dua korban mengalami luka bakar serius, sementara satu korban lainnya meninggal dunia.
"Ada tiga korban. Dua mengalami luka bakar dan satu meninggal dunia," ujarnya.
Baca buletin selengkapnya di sini. (whn/idh)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·