Denpasar, CNN Indonesia --
Tiga rumah pendeta Hindu nan berlokasi di Banjar Dinas Triwangsa, Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali, diduga dibobol maling.
Pelaku diduga mencuri mahkota suci (ketu) dan perhiasan emas nan digunakan dalam aktivitas keagamaan.
Kasi Humas Polres Karangasem, Ipda I Nengah Artono, mengatakan peristiwa tersebut terjadi Jumat (5/6) lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terduga pelaku dalam proses penyelidikan alias lidik. Kejadiannya terjadi di tiga letak berbeda nan berdekatan, ialah Griya Dauh, Griya Demung, dan Griya Kawan," kata Ipda Artono, Senin (8/6).
Artono mengungkapkan peristiwa pertama diketahui terjadi di rumah Ida Pedanda Istri Ketut Jelantik di Griya Dauh. Saat itu, sekitar pukul 08.14 WITA, korban tetap memastikan perlengkapan puja dan perhiasan emas miliknya berada di tempat penyimpanan di dalam kamar.
Kemudian, korban keluar rumah untuk mencari kembang dan ketika kembali sekitar pukul 09.00 WITA mendapati wadah penyimpanan telah bergeser dari posisi semula.
Selanjutnya setelah diperiksa, seperangkat perhiasan emas dan perlengkapan sakral untuk upacara keagamaan telah hilang. Menariknya, duit tunai nan berada di letak tidak ikut diambil pelaku.
Korban melaporkan kejadian itu kepada family dan abdi negara setempat sebelum diteruskan ke Polsek Bebandem.
Setelah berita pencurian tersebut menyebar, family di Griya Demung memeriksa mahkota suci nan disimpan di dalam bilik rumah mereka. Saat dicek sekitar pukul 10.30 Wita, mahkota milik Ida Ketut Demung rupanya juga sudah hilang.
Selain itu, polisi juga menemukan tali pengikat wadah penyimpanan dalam kondisi rusak dan diduga diputus paksa oleh pelaku.
Temuan serupa kemudian terungkap di Griya Kawan. Keluarga Ida Pedanda Istri Ketut Gianyar menduga mahkota suci milik mereka juga telah dicuri dari tempat penyimpanan.
Keluarga awalnya mengira mahkota tersebut tetap berada di tempat perbaikan. Namun setelah menghubungi pihak nan memperbaiki, diketahui bahwa barang sakral itu sebenarnya telah lama dikembalikan ke rumah.
Polisi menduga pelaku masuk ke masing-masing rumah dengan langkah berbeda.
Di Griya Dauh, pelaku diduga memanfaatkan pintu bilik nan tidak terkunci. Di Griya Demung, pelaku merusak tali pengikat wadah penyimpanan. Sementara di Griya Kawan, pelaku diduga masuk melalui pintu bilik mandi nan terhubung dengan bilik tidur.
"Total kerugian akumulatif diperkirakan sebesar Rp500 juta," ujarnya.
Kerugian terbesar berasal dari hilangnya seperangkat perhiasan emas dan perlengkapan puja di Griya Dauh dengan nilai sekitar Rp150 juta. Sementara dua mahkota suci nan lenyap dari Griya Demung dan Griya Kawan masing-masing ditaksir berbobot Rp200 juta dan Rp150 juta.
Saat ini, tim kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari para saksi-saksi. Polisi menggabungkan penanganan ketiga laporan tersebut lantaran mempunyai keterkaitan lokasi, jenis peralatan nan dicuri, serta waktu kejadian nan berdekatan.
"Polisi tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan mencari peralatan bukti nan hilang," ujar Artono.
(kdf/dal)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·