Polisi menangkap tiga pelaku pengeroyokan nan menewaskan seorang laki-laki berinisial DM di tempat biliar di area West Town Grogol, Jakarta Barat. Ketiganya ditangkap usai buron sejak kejadian pada 10 Mei 2026.
Motif pengeroyokan diduga dipicu dendam setelah salah satu rekan pelaku dipiting korban saat cekcok akibat dipengaruhi minuman keras.
Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan AKP Alexander Tengbunan mengatakan, ketiga pelaku nan ditangkap merupakan bagian dari delapan orang nan telah diidentifikasi polisi.
“Kami dari Reskrim Grogol Petamburan baru saja sukses mengamankan para pelaku pengeroyokan nan mengakibatkan meninggal bumi nan terjadi di Westown Grogol pada tanggal 10 Mei 2026,” kata Alexander kepada wartawan, Jumat (12/6).
Alexander menjelaskan, tiga pelaku nan diamankan berinisial NA, AE, dan MLS. Dua di antaranya tetap berstatus anak, sementara satu lainnya merupakan orang dewasa.
“Diketahui tiga dari delapan pelaku nan sudah kita identifikasi sukses kita amankan, berbareng dengan tim Resmob Polres Metro Jakarta Barat. Dari antara ketiga pelaku ini, dua status anak dan satu status dewasa,” ujar dia.
Ketiga pelaku ditangkap di wilayah Jakarta Barat dan Rangkasbitung, Banten. Salah satu pelaku juga disebut menyerahkan diri melalui pihak keluarga.
Menurut Alexander, peristiwa bermulai saat korban dan para pelaku terlibat bentrok ketika mengkonsumsi minuman keras di sebuah tempat biliar area Westown Grogol sekitar pukul 02.00 WIB.
“Kronologi kejadiannya ya, pada tanggal 10 Mei 2026 itu jam 02.00 subuh, korban dan para pelaku sempat bentrok ketika mengkonsumsi miras. Kemudian turun ke tangga, korban ini sempat memiting kawan dari pelaku,” tutur dia.
Tak terima temannya dipiting, para pelaku kemudian mengeroyok korban hingga terjatuh dari lantai dua.
“Tidak terima temannya dipiting pada saat di tangga, temannya berupaya membantu temannya nan sedang dipiting, kemudian memukul dan mengeroyok korban hingga korban jatuh dari lantai dua,” kata Alexander.
Korban sempat menjalani perawatan intensif setelah koma selama empat hari. Namun nyawanya tak tertolong.
Meski tiga pelaku telah diamankan, Alexander menyebut polisi tetap memburu pelaku nan diduga menjatuhkan korban dari lantai dua.
“Ya, jadi di antara delapan pelaku nan sudah kita identifikasi, tiga pelaku ini merupakan pelaku pengeroyokan nan memukul ya, memukul korban. Tapi bukan pelaku nan mendorong korban hingga jatuh dari lantai dua. Saat ini kami tetap mencari pelaku tersebut,” kata Alexander.
Alex mengatakan, dari 5 pelaku nan tetap buron, salah satunya merupakan pelaku utama pengeroyokan ini.
"Lima pelaku lainnya sudah diidentifikasi, termasuk pelaku utama nan mendorong korban hingga jatuh dari lantai 2, ada dua nama informasinya. Saat ini tetap kami kejar, namun kami butuh waktu untuk menangkap. Pelaku sempat menginformasikan ke teman-temannya 'jangan sampai ada nan bocorkan saya ada di mana, jika tidak saya cari kalian' jadi ada pengancaman verbal," ungkapnya.
Diduga Sengaja Didorong dari Lantai 2
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga korban memang sengaja dijatuhkan.
“Ya, menurut keterangan pelaku nan sekaligus jadi saksi, korban memang sengaja dijatuhkan oleh pelaku,” ujarnya.
Kepada para pelaku dijerat Pasal 262 KUHP ayat 4 mengenai pengeroyokan nan mengakibatkan korban meninggal dunia.
Sebelumnya, polisi menyebut korban DM awalnya datang ke letak berbareng kekasihnya pada Minggu (10/5). Berdasarkan keterangan kepolisian, korban sempat berupaya melerai perselisihan sebelum akhirnya terlibat cekcok dengan golongan pelaku. Korban kemudian dikeroyok dan terjatuh ke lantai dasar dalam kondisi tak sadarkan diri sebelum akhirnya meninggal bumi di rumah sakit.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·