Jakarta - Iming-iming penghasilan besar menyeret tiga mahasiswi kakak beradik ke dalam jaringan gambling online (judol) di Bali. Mereka diamankan di sebuah rumah di Jalan Pratama Gang Hasan No 3, Benoa, Kuta Selatan, Badung, lantaran terjerat sebagai operator telemarketing situs judi.
Direktur Reserse Siber Polda Bali Kombes Aszhari Kurniawan mengungkapkan, ketiga tersangka ialah IJT namalain Gisel (23), RFT namalain Selena (22), dan MGB namalain Aleta (22).
"Sesuai dengan hasil pemeriksaan kita memang status ketiganya adalah mahasiswa. Namun sudah tidak berkuliah lagi," kata Aszhari saat dikonfirmasi, dilansir detikBali, Rabu (29/4/2026)
Dalam praktiknya, ketiga mahasiswi ini berkedudukan sebagai telemarketing untuk situs gambling online ketua.co. Mereka bekerja menghubungi ratusan nomor telepon penduduk negara Indonesia nan diberikan oleh leader.
Setiap hari, mereka menghubungi sekitar 300 hingga 400 nomor secara random untuk menawarkan akses bermain gambling online. Jika calon pemain merespons, para tersangka bakal mengirimkan tautan unduhan aplikasi melalui WhatsApp.
Ketiganya bekerja selama 12 jam setiap hari, mulai pukul 11.00 Wita hingga 23.00 Wita, dari letak nan dijadikan base operasional di area Benoa.
"Mereka mengaku tergiur lantaran adanya penghasilan dan bingkisan nan cukup besar. Faktor ekonomi menjadi salah satu argumen mereka terlibat," jelas Aszhari.
Simak selengkapnya di sini.
(yld/idh)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·