3 Heli dari Jepang Tiba 10 September untuk Bantu Tangani Karhutla

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Plt Kapusdatin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton SP Panjaitan, mengatakan Jepang mengirimkan support helikopter ke RI untuk penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla). Helikopter tersebut dijadwalkan tiba di Tanah Air pada 10 September 2026.

"Terkait dengan kerja sama antara Indonesia dengan Jepang atas support helikopter, tiga helikopter, bakal segera datang. Kami mendapat informasinya tanggal 10 baru bakal tiba di sini dan tentu ini kami menyambut baik, tentu kerja sama ini," kata Berton dalam konvensi pers nan ditayangkan melalui YouTube resmi BNPB, Senin (31/8/2026).

Berton mengatakan sudah ada pembicaraan antara RI dan Jepang menyikapi support perangkat penanganan karhutla itu. Kendati demikian, pihaknya belum bisa menjabarkan peruntukan letak dari pesawat tersebut dan sampai kapan penggunannya berlangsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan pembicaraan awal sudah dilakukan tentu. Dan ini bakal tetap kita konsolidasikan hingga akhirnya kelak pesawat tersebut tiba di Indonesia dan beroperasi," kata Berton.

"Berapa lama, di mana, tentu ini kami juga bakal mendapatkan informasi, lebih lanjut ya. Sehingga info nan akuratnya kelak kita update. Untuk saat ini kami belum dapat info lebih jelas," tambahnya.

Berton juga menjabarakan perkembangan titik panas dan titik api di 6 provinsi nan dilanda karhutla. Penambahan titik api terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

"Kita lihat bahwa di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah maupun Kalimantan Selatan, jumlah titik panas itu relatif bertambah. Di Kalimantan Barat signifikan bertambahnya. Di Kalimantan Selatan, maupun Kalimantan Tengah, relatif menurun," kata Berton.

Ia mengatakan jumlah titik api di tiga provinsi, ialah Kalbar, Kalteng dan Kalsel relatif meningkat. Jarak pandang, kata dia, kurang dari 1 sampai 2 kilometer.

"Namun demikian jika kita perhatikan info dari titik api, di ke-3 provinsi ini kita temukan adanya kenaikan titik api jarak pandang pun kurang lebih 1 sampai 2 kilometer," ujarnya.

Sementara itu, untuk Provinsi Riau, Sumatera Selatan dan Jambi, titik api relatif menurun. Sedangkan titik panas terjadi peningkatan di Sumatera Selatan sebesar 209 titik api bertambah menjadi 1.013.

"Sedangkan di Riau maupun di Jambi, titik panas berkurang secara signifikan. Jarak pandang pun bervariasi antara 4 sampai 5 kilometer di Riau maupun Sumatera Selatan, sedangkan Jambi sekitar 7 kilometer," kata dia.

(dwr/dhn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑